Namaku Yulia (Part 3) Tagur ke 199
#tantangangurusiana
Usul Yulia untuk menggunakan ART di rumah semula tidak disetujui Mas Dewa, alasannya karena akan menambah pengeluaran saja. Tapi Yulia memaksa. Laki-laki itu terpaksa mengiyakan keinginan istrinya. Yulia tersenyum. Permainan akan dimulai.
Yulia mulai bergabUng dengan pusat kebugaran, Yulia ingin mengembalikan tubuhnya agar langsing seperti dulu. Program menurunkan berat badan dengan cepat diikutinya. Tak perlu waktu lama dua bulan Yulia berhasil menurunkan berat badannya.
Perawatan ke salon juga dilakukan Yulia. Kegiatan rutin sewaktu masih gadis dulu dilakukannya lagi. Yulia tidak peduli berapa uang yang dikeluarkan.
Selama ini bukannya Yulia tidak mau melakukan ini semua. Keinginannya agar anak-anaknya bisa sekolah dan kuliah nantinya membuat dia selalu hemat an menabung kelebihan uang yang diberikan Mas Dewa. Yah... tabungan mereka memang banyak.
Sekarang Yulia tidak mau lagi berhemat sementara penampilan dirinya terabaikan. Sore itu Yulia ditemani Sandra belanja di butik langganan mereka dulu. Beberapa paper bagi berada digenggaman mereka. Yulia nampak sangat puas.
*****
Dewa termangu sambil melihat saldo yang ada ditabungan mereka, kurun waktu empat bulan Yulia menarik uang sangat banyak. Untuk apa uangnya oleh Yulia ?Dewa membatin.
Dewa teringat, beberapa kali Yulia membawa belanjaan pulang ke rumah. Belanjaan berupa pakaian mahal dan bermerk. Dan beberapa koleksi produk kecantikan yang berjejar di meja rias mungkin jawabannya.
[Mas kita makan siang yuk] pesan wahtsapp dari Sarah masuk ke gawainya.
Dewa tersenyum, Sarah adalah karyawan baru di kantornya. Mereka cepat akrab karena memang kantor pernah menugaskan mereka beberapa kali mewakili perusahaan. Sebagai karyawan baru Sarah sangat pintar dan posisinya sabagai keponakan pemilik perusahaaan membuat karir dia cepat naik. Sebagai laki-lakai Dewa mnyukai Sarah, apalagi Sarah sangat pendai menyenangkan hati Dewa.
[Mas, aku sudah di kantormu lho, aku mau mengajakmu makan siang] sebuah pesan whatsapp masuk lagi ke gawai Dewa, dari Yulia.
Aduh, bagaimana aku menjawabnya, batin Dewa. Mereka berudua kenapa barenagan mengajak makan siang. Belum sempat Dewa menjawab pesan dua orang wanita tersebut, pintu kantor Dewa sudah terbuka. Sarah muncul dengan senyum manisnya.
Dewa kaget dan kalut, bagaimana kalau Yulia juga menemuinya di sini. Dewa berharap semoga Yulia tidak muncul. Harapan Dewa tidak terkabul, Yulia muncul di depan pintu. Perempuan itu dengan percaya diri menuju me arah Dewa. Yulia seolah tidak melihat kehadirannya Sarah. dia melewati perempuan itu. Ciuman di pipi kanan diberkan oleh Yulia untuk Dewa.
“Mas sudah baca pesan aku, kan? Aku menjemput Mas ke sini.” Yulia berkata dengan manja.
Dewa tidak menanggapi pertanyaannya istrinya. Dia nampak gugup, matanya menatap kepada Sarah.
“Aduh aku tidak tahu kalau Mas ada tamu. O, ya kenalkan saya istrinya Mas Dewa.” Yulia mengulurkan tangannya. Sarah nampak sangat gugup.
Dewa meenatap istrinya. Ada yang lain nampak pada Yulia. Jujur dia melihat Yulia sangat cantik sekali siang itu. pakaian dan tas yang dipakainya sangat berkelas. Tegak berdampingan dengan Sarah, Yulia nampak jauh lebih cantik dari Sarah.
Sarah berjalan cepat meninggalkan ruangan Dewa tanpa menyambut uluran tangan dari Yulia.
Yulia tertawa kecil dalam hatinya. Permaianan dimulai, Sarah. Jangan bermain dengaku. Namaku Yulia, batin Yulia.
bersambung
Dumai, 16-10-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan