Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kalau Suka Tidak Ada Kata Mahal (tagur 216)

#tantangangurusiana

.

Siang itu aku mampir di sebuah kebun bunga. Keinginan untuk memiliki aglonema bunga yang lagi naik daun membuatku sering berkunjung ke kebun-kebun bunga. Hampir semua kebun bunga yang ada di daerahku sudah aku kunjungi. Seperti ada kesepakatan antar pemilik kebun bunga, mereka menjual aglonema dengan harga yang hampir sama.

Aglonema jenis suksom termasuk jenis aglonema yang cukup mahal menurut ukuran kantongku. Untuk satu pot jenis aglonema suksom dengan jumlah daun sekitar enam atau lima helai di setiap kebun bunga yang aku datangi mereka jual dengan harga berkisar empat ratus ribu sampai lima ratus ribu rupiah.

Aglonema jenis suksom adalah aglonema yang sangat menarik. Warna daunnya yang mayoritas merah membuat penggila aglonema mengidamkan bunga ini. Daunnya yang merah menyala membuat seperti ada semangat yang dipancarkan oleh daunnya. Itu menurut pengamatanku. He..he...

Mahalnya jenis aglonema ini membuat aku bertanya kepada pemilik kebun. Salah seorang pemilik kebun mengatakan, perawatan aglonema jenis suksom ini sangat susah. Berbeda dengan aglonema lain yang diletakan ditempat yang tidak terkena matahari langsung, aglonema jenis suksom harus diletakan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Hal ni disebabkan minimnya klorofil pada daun.

Klorofil atau zat hijau daun adalah pigmen yang dimiliki oleh tumbuhan dan menjadi salah satu molekul yang berperan utama dalam peristiwa fotosintesis.

Aglonema jenis suksom yang minim klorofil ini menyebebkan perkembangan daunnya sangat lambat. Perawatan yang ekstra dan lambatnya pertambahan daun menyebabkan aglonema jenis ini sangat mahal.

Bagi pecinta aglonema tidak ada istilah mahal kalau suka. “Mama suka ke aglonema nggak serius sih, makanya masih pikir-pikir beli aglonema dengan harga segitu.” Ucapan si sulungku sore itu waktu aku mengeluhkan mahalnya harga aglonema suksom ini.

Dalam hati aku membenarkan perkataan putraku, tak ada kata mahal kalau memang sudah suka. Mungkin karena aku suka aglonema karena ikut-ikutan jadi masih pikir-pikir membeli aglonema yang harganya sampai lima ratus ribu rupiah. He...he....

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post