Pentigraf Anak 'Maafkan Aku, Mama' (Tagur 230)
#tantangangurusiana
.
Aku sangat senang sekali karena keinginanku untuk pergi berlibur dengan teman-teman sekolah dikabulkan oleh mama. Selama ini mama selalu menolak keiginanku. Mama selalu berdalih bahwa lebih baik kita menabung dari pada pergi jalan-jalan. Pergi jalan-jalan hanya menghabiskan uang. Aku sebenarnya tahu tujuan mama baik. Mama ingin kami berhemat. Semenjak papa meninggal, semua tanggung jawab diambil alih mama.
Aku sangat menikmati liburan bersama teman-teman sekolah. Beberapa orang guru juga ikut menemani kami. Selama tiga hari liburan aku merasakan sangat senang. Suasana yang tidak pernah selama ini aku nikmati. Keindahan alam yang sangat memanjakan mata dan teman-teman dan guru yang baik. Bahagia rasanya berada di tengah mereka. Setelah selesai menikmati liburan kami dan rombongan kembali ke rumah kami masing-masing. Aku berharap nanti kalau ada acara liburan lagi mama mengizinkan aku ikut.
Semenjak aku pulang ada yang berubah dengan mama. Aku tidak melihat mama kalau malam di rumah. Biasanya mama menemaniku dan kakak belajar. Tapi sekarang hanya kakak saja yang menemaniku. Aku bertanya kepada kakak kenapa mama kalau malam tidak di rumah. “Mama bantu Bu Ayu jualan nasi goreng kalau malam. Karena mama pinjam uang Bu Ayu untuk biaya jalan-jalan mu, Dek.” Kakak menjawab pelan. Jawaban kakak membuat badanku lemas. Aku menyesal telah memaksa ikut sehingga mama berhutang.
.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan