Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pulang (T-236)

#tantangangurusiana

.

Pesan whatsapp dari ibu mertua kembali masuk ke gawaiku. Pesan yang meminta agar aku mengizinkan suamiku untuk pulang ke Sumatera. Ada perasaan kurang senang di hatiku membaca pesan tersebut.

Ibu mertua seakan tidak paham kondisi putranya di rantau. Menyuruh pulang itu perkara gampang, tapi darimana ongkos untuk pulangnya ? Sejak di PHK dari tempat kerjanya Bang Sofyan belum mendapat pekerjaan baru. Lamaran yang dikirim ke berbagai perusahaan belum mendapat tanggapan. Apakah Bang Sofyan tidak pernah bercerita ke ibunya kalau dia lagi menganggur ? batinku.

Uang tabungan yang selama ini kami kumpul sudah habis untuk menyambung hidup. Delapan bulan menganggur itu bukan waktu sebentar. Semua keprluan diambil dari uang tabungan kami. Jumlah uang tabungan yang semaki menipis membuat kau memeutuskan bekerja kembali.

Sekarang aku bekerja di sebuah butik teman untuk mendapatkan uang membiayai keluarga kecil kami. Terbiasa bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang lumayan membuat suamiku tidak mau menerima tawaran dari perusahaan kecil dengan gaji yan tidak terlalu besar.

Aku sudah berulangkali mengingatkan Bang Syofyan jangan memilih pekerjaan, tapi suamiku itu tidak mendengarkan saranku. Setiap hari kerja Bang Sofyan hanya memainkan gawai di tangannya.

*****

“Bang, jangan sampaikan ke ibumu kalau kau tak bisa pulang itu karena aku yang melarang.” Aku berkata kepada suamiku ketika kami selesai makan malam.

“Habis aku mau pakai alasan, apa?” Laki-laki itu menatapku.

“Kamu kan bisa terus terang kalau kita lagi kesulitan uang. Ticket pesawat kan mahal, Bang.” Aku berusaha bicara setenang mungkin.

Sebagai istrinya kau paham betul sifat suamiku. Mas Sofyan gampang emosian. Kalau sudah emosi bicaranya suka keras. Aku jadi malu kalau tetangga mendengar, tak jarang kadang-kadang semua peralatan bisa beterbangan.

“Kamu tak paham keluargaku, Yana.” Bang Sofyan berkata lirih.

“Ibu mana paham kalau aku ada uang atau tidak. Baginya aku ini adalah anak kebanggaanya. Anak hebatnya.” Lanjut Bang sofyan.

“Jadi sekarang bagaimana, Bang ? Aku bertanya kepada laki-laki itu pelan.

“Ya Udah biarkan saja seperti itu. biarkan aku berkata ke ibuku, kalau aku tak bisa pulang karena kamu yang melarang.” Laki-laki itu berlalu dengan santainya.

*****

bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post