Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cepat Sembuh, Mama (T-266)

#tantangangurusiana

.

Jane termangu sendiri. Rumah terasa sepi sejak mama tidak di rumah. Mama di opname lima hari yang lalu karena positif menderita Covid-19. Sebenarnya mama memilih isolasi mandiri. Tapi karena asam lambung mama naik, petugas kesehatan menyarankan mama di opname di rumah sakit.

Jane sangat sedih. Hasil swab Jane, Bang Zidan dan papa negatif. Hanya mereka bertiga di rumah. Tapi kalau siang hanya Jane dan Bang Zidan aja yang di rumah. Papa pulang kerja pukul empat sore.

Biasanya Jane dan mama berdua melakukan banyak kegiatan. Masak bareng, bersihkan rumah bareng dan lain-lain. Semua pekerjaan mama selalu dibantu Jane. Sekarang Jane tidak bisa melakukan apa-apa. Bocah delapan tahun itu menghabiskan waktu dengan menonton tv dan membaca buku cerita.

Sekali-kali Bang Zidan meminjamkan android nya kalau Jane rindu sama mama. Jane hanya bisa berbiacara dengan mama melalui video call.

Jane termangu memandngi sebuah lukisan cantik yang sudah disiapkan jauh hari sebelumnya. Sebuah lukisan yang rencananya akan diserahkan oleh Jane sebagai kado di hari ibu. Lukisan seorang ibu dan seorang anak perempuan yang sedang merawat bunga. Indah sekali. Jane memang berbakat melukis.

“Jane.. . Jane kamu dimana ?” suara Bang Zidan memanggil.

Pintu kamar Jane terkuak. Bang Zidan melihat lukisan yang ada di tangan Jane. Abang laki-laki Jane satu-satunya itu memandang sedih pada dirinya. Bang Zidan memeluk adik kesyangannya itu.

Bang Zidan mengeluarkan andorid dari saku bajunya. Sebuah nomor di tekan. Bang Zidan menelpon mama via WA. Wajah mama tampak di layar gawai Bang Zidan. Mama nampak sedikit pucat. Jane langsung menangis. Mama tersenyum kepada mereka berdua.

“Jane jangan nangis dong, Mama sudah hampis sembuh kok.” Mama menghibur Jane.

Bang Zidan melihatkan lukisan Jane kepada mama. Bang Zidan cerita kalau Jane mau meyerahkan lukisan ini sebagai kado di hari ibu.

Mama nampak gembira mendengar cerita Bang Zidan. Mama mengajak Jane mengobrol. Banyak yang mereka bicarakan. Mama menghibur Jane. Mama meminta Jane ikut mendoakan semoga mama cepat sembuh dan bisa kembali ke rumah. Mama juga mengingatkan Jane supaya jangan lalai salat dan makan. Jane menganggukan kepala dan berjanji kepada mama. Jane akan selalu mengingat pesan mama.

Selesai menelpon mama Jane lama terdiam. Jane masih bersyukur mama hanya sakit. Insha Allah mama bisa sembuh dan berkumpul dengan mereka. Lima hari saja ditinggalkan mama Jane merasa sangat sedih. Hidupnya terasa hampa. Tidak enak kalau tidak ada mama di rumah.

Jane terbayang Widya dan Tya teman sekelasnya. Meraka berdua sudah lama ditinggal pergi oleh mama mereka. alangkah sedihnya mereka. Jane janji kalau nanti sudah sekolah akan selalu menghibur mereka. Jane berdoa semoga Allah cepat memulihkan kesehatan mama dan bisa berkumpul dengan mereka lagi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post