Cinta Untuk Ririn (Part 3) T-274
#tantangangurusiana
.
Panggilan video dari gawainya mengagetkan Fariz. Direktur muda itu dengan malas mengangkatnya. Dari Tania. Fariz heran dengan gadis agersif ini semakin Fariz berusaha menghindar darinya semakin gencar dia mendekati Fariz.
Gadis yang tidak tahu malu, batin Fariz. Fariz mau berteman dengannya karena hanya menghormati Pak Prambudi. Pak Prambudi adalah sahabat om dan tantenya. Apalagi yang mau dibcaakan gadis ini, pikir Fariz.
Tania datang ke kantor Fariz lima belas menit setelah dia menelpon pria itu. Gayanya yang stylist dan wajahnya yang cantik menarik perhatian beberapa karyawan pria. Tapi gayanya yang sombong dan angkuh membuat mereka jadi malas menegur gadis itu.
Seperti biasa gadis itu akan langsung menuju ruang kerja Fariz. Tapi kali ini langkahnya terhenti, Bella sekretaris Fariz menghadangnya. Bella mengatakatakan harus ada janji dulu dengan Fariz kalau mau jumpa.
Tania marah. Tangannya hampir saja melayang ke wajah gadis itu kalau Fariz tak menghalangi. Ini yang tidak disukai Fariz dari Tania, gadis ini sangat arogan.
“Bella tidak salah, Tania. Dia menjalankan tugas.” Fariz berkata dengan suara dingin pada Tania.
Tania memandang kesal kepada Bella. Tania melangkah ruang kerja Fariz tanpa diiizinkan oleh Fariz. Fariz mengikut gadis itu dan menutup pintu ruang kerjanya.
Tania duduk dengan kesal di kursi tamu yang ada dalam ruangan itu.
“Kamu mau ngapain kemari, Tania ?” Fariz bertanya tanpa basa-basi.
“Kamu kok gitu sih, Fariz. Tak mau ramah kepadaku.” Gadis itu protes.
“Sikapku ditentukan oleh sikapmu. Kamu sudah seenaknya bertindak kepada karyawanku. Bagaimana aku bisa bersikap ramah kepadamu.” Fariz berkata tegas.
Tania hanya diam. Berbagai upaya sudah dilakukannya untuk menarik minat cowok itu tapi tidak ada yang berhasil. Tania sudah kehabisan cara. Aku t tidak akan meneyerah, tekad Tania. Aku harus mendapatkan simpati cowok ini. Fariz harus bertekuk lutut padaku, tidak ada lak-laki yang bisa menolahku, juga tidak Fariz. Tania membatin dalam hatinya.
“Fariz, aku mau mengajakmu makan siang. Aku tahu kamu belum makan siang. Mau kan ?” Tania berkata dengan suara lembut.
Dia tegak mendekati Fariz tangannya sengaja dikalungkan ke lengan pemuda itu. fariz muak dengan gayanya, dengan kasar Faris melepaskan tangan Tania dari lehernya.
“Kamu bisa sopan, Tania?” Tajam suara Fariz. “Kamu tahu pintu keluar bukan ?” Lanjut Fariz dingin.
Tania memandang Fariz. Dia tak menyangka Fariz akan mengusirnya. Baru sekali ini ada laki-laki yang mengusiirnya. Kau akan bayar pria sombong, desisnya.
Tania keluar dari ruang kerja Fariz dengan wajah kesal. Bella yang menunggu di depan pintu memandangnya dengan wajah mengejek. Tania bergegas meninggalkan kantor Fariz. Dia tidak terima dihina seperti ini oleh Fariz.
*****
Kedatangan Fariz malam itu ke rumah Ririn membuat gadis itu kaget. Dari mana Fariz tahu alamatku, batin Ririn.
“kamu tidak mengizinkan aku masuk, Rin?” Fariz menegur ramah.
Ririn tergagap, dia membuka pintu dan mempersilahkan Fraiz masuk. Mama dan kedua adik laki-lakai Ririn sedang makan malam.
“Maaf aku menganggungu makan malam kalian.” Fariz berkata menyesal/
“Ayo Nak, sekalin kita makan.” Mama mempersilahkan Fariz duduk. Mama meminta Ririn ntuk mengambilkan priring. Fariz tanpa sungkan bergabung dengan keluarga otu. Kedua adik laki-laki Ririn cepat akrab dengan Fariz.
“Kamu kok tahu rumahku, Fariz?” Ririn bertanya setelah mereka selesai makan dan duduk di ruang tamu.
“Tidak ada yang susah bagi Farz Ramadhan, Rin.” Fariz menjawab dengan gaya yang sombong. Ririn tertawa melihat sikapnya.
Malam itu Ririn sangat senang sekali. Fariz membuatnya sering tertawa. Fariz mencertakan ksah-kisah konyol mereka waktu sekolah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan