Karin (Part 2) T-253
#tantangangurusiana
Karin baru saja mau berbalik arah ketika sebuah suara menegurnya. Suara Dewa. Karin sudah melihat mobil mantan kekekasihnya itu terparkir di depan rumah. Karin berusaha menghindar. Hatinya belum siap untuk behadapan dengan Dewa.
“Karin...” suara bass Dewa memanggil Karin.
Dengan malas Karin menolehkan pandangan ke arah suara yang memanggilnya. Dewa berdiri di hadapannya. Laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya itu menatap Karin. Tatapan yang sulit diartikan Karin.
“Karin... Aku mau bicara. Kamu bisa mendengar penjelasanku.” Dewa menatap penuh harap.
“Tidak perlu lagi. Aku tidak mau mendengar penjelasanmu. Silahkan masuk ke dalam. Aku tidak mau mama dan Kak Sania melihatmu bicara denganku. Aku yang akan jadi sasaran kemarahan mereka.” Karin berkata dingin.
“Sebentar aja Karin. Please... “ Dewa masih berusaha membujuk Karin.
Karin bergegas meninggalkan laki-laki yang sudah mengkhinatinya itu. akan sangat berbahaya apabila Sania mengetahui Dewa berbicara dengannya. Saran dari Bude Airin agar Karin jangan mencari maslah dengan Sania membuat Karin mawas diri.
Taksi yang lewat di depannya langsung di stop Karin. Gadis manis itu buru-buru menutup pintu taksi dan berlalu dari rumahnyanya yang megah.
Karin sudah terbiasa naik taksi. Tidak ada fasilitas mobil untuknya seperti Sania. Mama beralasan takut Karin belum mahir menyetir mobil. Padahal Karin sudah punya SIM A. Karin tidak tahu kenapa mama tidak memperbolehkannya menyetir. Padahal papa sudah mau membelikan mobil untuknya.
Suara dari sopir taksi mengagetkan Karin. Sopir taksi menanyakan tujuan Karin, karin menyebutkan alamat Bude Airin. Hanya alamat itulah yang selalu dituju Karin apabila hatinya sedang galau.
******
Karin sampai di rumah budenya. Karin turun dari taksi dengan wajah yang kusut. Bude Airin seorang ibu rumah tangga. Suami Bude Airin seorang pelaut. Bude Airin belum mempunyai anak. Bude Airin sangat menyayangi Karin. Ketukan dipintu membuat Bude Airin bergegas membuka pintu. Karin menghambur ke pelukan budenya. Bude Airin sudah tahu apa yang terjadi.
Wanita yang lembut itu menenangkan keponakannya. Bude Airin tak habis pikir kenapa kakak iparnya selalu membedakan anak-anaknya. Padahal Karin seperti juga Sania adalah anak yang lahir di rahaim yang sama. Karin juga putri kandungnya.
Bude Airin pernah melaporkan sikap kakak iparnya tu kepada abangnya, Papa Karin dan Sania. Tetapi abangnya lebih mempercayai istrinya dari pada dirinya. Sejak itu Bude Airin malah dimusuhi oleh mamanya Karin dan Sania. Bude Airin dituduh mencampuri urusan keluarganya.
bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan