Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Karin (Part 4) T-255

#tantangangurusiana

.

Kedatangan keluarga besar Dewa ke rumah Karin disambut dengan jamuan yang mewah oleh mama. Dewa datang dengan keluraga besarnya. Kedatangan mereka mau melamar Sania. Hampir semua keluarga besar Dewa dikenal oleh Karin. Hampir tiga tahun mereka berhubungan. Dewa sering mengajak Karin di acara-acara keluarganya.

“Kok nggak Aunty Karin yang tunangan sama Om Dewa?” celetukan dari Jessie ponakan Dewa yang masih berumur enam tahun membuat semua orang terdam.

Suasana sempat kaku. Semua mata menoleh ke arah Karin. Karin memang sengaja hadir diam-diam. Saran dari Bude Airin agar dia harus hadir membuat dia berada di ruangan ini. sebenarnya gadis itu berecana tidak hadir, rasanya Karin belum sanggup melihat peristiwa berbahagia kakaknya dengan mantannya.

Karin hanya tersenyum. Jessie mengahambur ke pelukannya. Bocah perempuan itu memang sangat dekat dengan Karin. Karin memeluk bocah perempuan itu. Kak Dewi dan Mas Bagas kedua orang tua Karin tersenyum kepada Karin.

Semua keluarga besar Dewa yang baru mengahadiri kehadiran Karin tersenyum manis kepada gadis itu. mereka menyayangi Karin. Keputusan Dewa untuk melamar Sania yang mendadak sempat membuat mereka semua heran. Pacara sama adiknya kenapa melamar kakaknya?

Tapi semua keputusan berada di tangan Dewa. Dewa yang meminta mereka agar melamar Sania. Walaupun mereka sudah meminta Dewa memikir ulang rencananya.

“ Itu artinya Aunty Karin tidak bejodoh sama Om kamu, Jessie.” Mbak Dewi menjawab lembut.

“Tapi Aunty Karin masih sayang sama aku kan Mama?” gadis kecil itu kembali bertanya kepada mamanya.

“Masih dong, aunty masih sayang sama kamu kok.” Karin menjawab cepat.

Jessie melompat-lompat kegirangan. Semua yang ada di situ tertawa melihat kelucuannya. Karin tersenyum. Sekilas dia melihat ada tatapan tidak suka dari mata Sania dan mamanya kepadaya. Karin tidak mempedulikan. Dia memilih duduk di samping Bude Airin.

Acara lamaran berlangsung lancar. Sania cantik sekali dengan kebaya putih yang sangat pas dengan bentuk tubuhnya yang langsing. Make upnya sangat cantik. Dea juga tidak kalah gantengnya. Mereka berdua memang pasangan serasi. Sania benar, Dewa tidak cocok dengannya yang jelek dan tidak menarik.

Dewa sempat melirik ke arah Karin sewaktu mau memasukan cincin ke jari manis Sania. Lama matanya manatap Karin. Karin pura-pura tidak melihat. Bude Airin menggenggam erat jemari ponakan kesayangannya itu.

Setelah semua pembicaraan selesai acara lamaran berakhir. Pesta resepsi pernikahan akan digelar dua bulan berikutnya. Konsep pesta yang mewah seperti keinginan Sania dikabulkan.

Mama dan neneknya Dewa memeluk Karin erat. Nenek Dewa yang Karin panggil dengan Oma berbisik buat Karin. Wanita yang sudah tua itu mendoakan semoga Karin dapat pengganti lebih baik dari cucunya. Tak lupa dia meminta maaf atas kelakuan cucunya kepada Karin.

Mama Dewa juga mengatakan hal yang sama. Mohon dimaafkan kesalahan Dewa yang telah mengecewakan dan menyakiti Karin. Mama Dewa memeluk Karin erat dan lama. Perempuan cantik itu mencium pipi Karin. Sania yang berdiri tak jauh dari sana terlihat kesal melihat keluarga Dewa sangat menyayangi Karin.

Karin sudah bisa membayangkan apa nanti yang akan didengarnya kalau semua keluarga besar Dewa sudah meninggalkan rumah.

besambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post