Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Ketika Aku Dinyatakan Positif Covid-19 (T-262)

#tantangangurusiana

.

Pemberitahuan di WAG sekolah kalau aku termasuk salah seorang positif Covid-19 membuatku kaget. Pasalnya aku sedikitpun tidak merasa ada gejala Covid seperti yang orang lain rasakan.

Jariku berselancar di Mbah Google mencari gejala-gejala penderita Covid, kembali aku menemukan tidak ada gejala yang disebutkan ada padaku. Aku sempat meragukan hasil tes swab tersebut, apakah ini betulan atau bagaimana ?

Aku mencoba menelpon seorang teman dekat yang punya riwayat positif, aku tumpahkan semua unek-unekku. Alhamdulillah jawabannya membuat hatiku tentram. Tidak perlu disesalkan hasil yang keluar. Ambil hikmah positif saja, mungkin dengan adanya hasil ini aku disuruh istirahat total di rumah.

Positif Covid-19 bukan aib. Virus ini bisa menyerang siapa saja. Sekaliber gubernur atau kepala negara juga bisa terserang.

Aku segera menghubungi Ketua RT dan mengabarkan kalau aku positif. Sebuah pesan pemberitahuan kalau aku positif aku ketik ke beberapa WAG yang ada di gawaiku. Murni maksudku hanya sekedar pemberitahuan agar orang-orang tersayang yang berada di dekatku bisa menjaga jarak denganku.

Tapi Alhamdulilah, di kediamanku semua warga merespon baik berita kalau aku positif Covid-19. Berbagai dukungan datang kepadaku, agar aku semangat.

Ketua RT datang ke rumah memberikan motivasi dan vitamin. Beliau meminta agar aku tetap semangat.

Di WAG orang tua siswa kelas yang aku ampu, berbagai dukungan datang dan memintaku agar tetap semangat. Mereka mengetahui kalau aku terpapar dari para putra-putri mereka.

Beberapa orang dari mereka menyempatkan diri datang ke rumah memberikan semangat. Aku begitu terharu melihat perhatian meraka. Mereka seakan tidak takut dengan kondisiku.

Dukungan dan semangat dari semua handai dan taulan membuatku jadi lebih semangat untuk menjalani ini semua. Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih atas sikap peduli, semangat dan motivasinya.

Salah seorang teman yang juga positif memberitahuku via WA kalau warga di sekitar rumahnya menyarankan kalau dia di rawat di hotel yang diperuntukan untuk pasien positif covid. Padahal temanku hanya tinggal berdua dengan suaminya yang juga terpapar virus ini.

Notabenenya tidak ada yang akan terdampak oleh kondisi mereka. Tetapi masyarakat sekitar meminta mereka isolasi di hotel.

Aku simpati dengan ceritanya, bersyukur di lingkunganku tidak ada warga seperti itu. Beberapa warga sebelumku yang positif Covid tetap diisolasi di rumah. Tidak ada penolakan dari warga sekitar.

Buat saudaraku yang diluar, pasien Covid bukan penjahat. Jangan musuhi dia. Justru dukungan dan semangat dari kalian semua adalah semangat bagi kesembuhannya. Mungkin sekarang kami yang terpapar, tidak tahu nanti entah giliran siapa, semoga bukan saudaraku semua.

Doakan kami agar sembuh, jangan dimusuhi. Jangan takut kepada kami, karena kamipun tahu diri. Kami juga tidak mau kalian tertular. Kami juga sayang kalian semua.

Jangan pandang sinis dan miring kepada kami. Kalau kami sembuh jangan takut kepada kami, karena kami bukan penjahat atau mantan narapidana.

Kami juga berdoa agar saudaraku dan keluarga jangan terpapar seperti kami. Tetaplah jaga kesehatan dan ikuti protokol kesehatan. Salam sehat.

Dumai, 19/12/2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post