Pentigraf 'Guru Mengaji' (T-245)
#tantanagan gurusiana
.
Namaku Yusri. Usiaku 35 tahun. Di usia yang tidak muda lagi aku belum menikah. Dulu aku pernah dekat dengan seorang gadis, tapi hubungan kami kandas karena orang tua gadis itu tidak mau punya menantu guru mengaji sepertiku. Sejak itu aku jadi trauma untuk mendekati perempuan. Aku tahu kenapa ada orang tua khawatir anaknya menikah denganku. Karena mereka tidak mau anaknya hidup susah denganku.
Menjadi guru mengaji tidak banyak penghasilan yang aku peroleh. Entah mengapa orang tua lebih mau membayar lebih mahal buat guru les Bahasa Inggris, matematika atau pelajaran lain. Padahal aku mengajarkan bekal akhirat buat anak-anak mereka. Tetapi cepat aku tersadar, aku masih ingat pesan almarhum Bapak, janganlah memikirkan dunia tapi pikirkanlah akhirat. Perbanyaklah amalan untuk akhirat.
Pesan dari Pak Haji Suaib agar aku ke rumahnya sore itu disampaikan Pak Rahmat tetanggaku. Pak haji Suaib sering meyuruhku ke rumahnya. Setiap acara kenduri Pak haji yang baik hati itu selalu minta tolong padaku untuk memimpin doa. Aku mencium tangan Pak Haji yang sudah mulai sepuh tersebut. Aku menanyakan maksud beliau memanggilku. “Maukah kamu menjadi imam dari putri bungsuku ?” Pertanyaan dari Pak haji Suaib membuatku terbengong. Semua tahu betapa cantik dan sholehanya putri bungsu dari Pak Haji Suaib. Tiba-tiba aku ingat nasehat alm Bapak. Kerjalah akhirat, dunia pasti akan mengikutimu.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan