Pentigraf 'Pulang Kampung' (T-260)
#tantangangurusiana
.
Pesawat yang kutumpangi mendarat mulus di bandara BIM. Sepuluh tahun sudah aku merantau baru sekarang aku balik ke negeri ini. Masih terbayang aku terpaksa pergi dari kampung kelahiranku karena hinaan dari Pak Bandaro. Aku dihina karena berani mencintai putrinya yang cantik jelita. Menurut beliau tidak pantas rakyat jelata sepertiku menjadi menantu orang kaya sepertinya. Berita pernikahan putrinya dengan lelaki kaya pilihannya terdengar olehku di rantau sebulan setelah aku meninggalkan kampung.
Bundo meyambutku dengan sangat terharu. Aku senang melihat rumah bundo. Rumah yang dulu hanya gubuk reot sekarang sudah berdiri megah. Tidak sia-aku bekerja keras di rantau orang. Aku bisa membantu keluargaku. Aku bisa “membangkik batang tarandam”. Aku tidak ingin keluargaku dihina lagi. sebenarnya berat hatiku pulang ke kampung. Tapi karena bundo memaksa aku kuatkan juga hati ini. Aku ingin bundo bahagia sebelum akhir hayatnya.
Rasa lapar setelah berkeliling kampung membuatku mampir di sebuah warung nasi. Warung nasi yang tidak terlalu besar tetapi cukup bersih. Seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan tahun mendekatiku dan menyapa. Hatiku berdebar menatap anak ini. Aku terpana menatapnya . “Tamunya pesan apa, Mayang?” perempuan berusia sekitar tiga puluhan mendekatiku. Aku kaget. “Aku diceraikan suamiku sehari setelah pernikahan karena aku hamil anakmu.” Penjelasan yang membuatku bagai mendengar petir di siang bolong.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan