Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Positif Yang Tidak Diharapkan (T-259)

#tantangangurusiana

.

Kepergian rombongan guru dan karyawan tata usaha SMPN2 Dumai menghadiri pesta pernikahan dua orang rekan guru dan tata usaha Pekanbaru dan Rokan Hulu berbuntut tes swab. Tes swab diwajibkan kepada seluruh guru dan karyawan tata usaha karena ada dua orang teman dalam rombongan terpapar Covid-19.

Hari Rabu tanggal 16 Desember 2020 (hari ini) adalah hari yang ditentukan untuk melakukan tes swab tersebut. Ada sedikit kecemasan untuk mengikuti tes ini. Karena ini merupakan pengalaman pertama bagiku. Kecemasan ini tidak beralasan karena sebelumnya banyak pendapat-pendapat yang berseliweran di media sosial sehingga kesannya tes ini menakutkan.

Ibu Kepala Sekolah SMPN 2 Dumai Ibu Hj. Saidatun Syabibah, S.Pd, M.Pd meminta kami semua mengikuti tes swab. Beliau memberi motivasi agar kami semua semangat dan jangan merasa cemas mengikuti tes ini. Lebih lanjut beliau mengatakan semua kebijakan dari tim gugus Covid-19 Kota Dumai adalah demi kebaikan kita semua.

Sebelum tes swab dilakukan tim gugus Covid-19 Kota Dumai dan tim medis yang datang ke sekolah memberikan penjelasan tentang tes swab ini. Penjelasan tim gugus Covid-19 membuat aku sedikit lega, sehingga dapat mengurangi rasa ketakutan dalam menjalani tes nanti.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh rekan guru sehubungan dengan Covid-19 terutama tes rapid dan swab. Tim Gugus Covid-19 menjawab dengan ramah semua pertanyaan rekan-rekan guru dan karyawan tata usaha.

Pada dasarnya tes Swab corona adalah pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona penyebab Covid-19. Pemeriksaan ini juga sering disebut sebagai tes PCR (polymerase chain reaction).

Tes SWAB diberikan kepada orang dengan kriteria orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19 dan pasien dengan hasil rapid test yang positif

Petugas Covid-19 juga mengatakan bagi rekan guru dan karyawan tata usaha yang tidak hadir pada hari ini tim medis akan melakukan tes swab ke rumah masing-masing.

Aku merasa sangat bersyukur dapat hadir mengikuti tes ini. Karena tidak dapat membayangkan kalau tim medis dengan APD lengkap datang ke rumahku mau melakukan tes swab.

Walaupun virus ini sudah banyak menginfeksi masyarakat, tetap sebagian masyarakat masih memandang “miring” pasien positif covid. Mereka seakan dikucilkan di lingkungan tempat tinggal.

Pelaksanaan tes Swab dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelumnya kami semua diminta menyediakan fotocopy KTP. Kemudian kami dipanggil sesuai dengan urutan nama.

Semua rekan guru dan karyawan tata usaha mengikuti tes dengan semangat. Kami antri menunggu giliran untuk dites. Petugas medis melayani kami dengan ramah.

Aku dipanggil sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum dipanggil ada sedikit rasa deg-degan. Setelah ditanya biodata dan riwayat medis di meja pendaftaran aku diberi vitamin dan seperangkat alat untuk tes swab. Kemudian aku diminta menjumpai petugas yang memakai APD lengkap.

Oleh petugas aku disuruh duduk di kursi yang sudah disediakan kemudian petugas meminta aku sedikit mendongak dan membuka mulut.

Alat tes swab berbentuk seperti cotton bud dengan tangkai panjang. Ada dua alat tes yang digunakan. Alat itu untuk mengambil sampel yang ada di mulut dan di hidung.

Sampel yang biasa diambil adalah apus tenggorok di belakang hidung (nasofaring) atau belakang mulut (orofaring)

Alat yang pertama dimasukan ke mulut dan mencapai bagian belakang tenggorokan untuk mengambl sampel yang ada ditenggorakan. Dan setelah sampel didapatkan alat dimasukan ke dalam tabung khusus.

Alat tes yang kedua dimasukan kedalam lubang hidung. Petugas sedikit memutarnya di dalam hidung kemudian mengambil sampel yang ada di lubang hidung.

Aku merasakan sedikit geli sewaktu petugas memutar alat tersebut di lubang hidung. Setelah sampel didapatkan, alat tersebut juga dimasukan ke tabung khusus yang sudah diberi identitas dengan nama pasien yang dites biar jangan tertukar.

Selesai tes aku merasa lega. Ternyata tesnya tidak seperti yang aku bayangkan, tidak menakutkan dan menyakitkan. Tenyata sesuatu itu harus kita alami dahulu baru tahu kebenarannya.

Menurut petugas Covid-19 hasilnya apakah kami positif atau negatif akan keluar tiga hari lagi. Sekarang kami semua menunggu hasil tes swab sambil berdoa semoga hasilnya adalah negatif. Kami tidak ingin hasilnya positif. Positif yang tidak kami harapkan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post