Senyum Syafa (Part 3) T-269
#tantangangurusiana
.
Sepeninggal Ibu Rummi aku terdiam. Kasihan Syafa, Anak kecil yang tanpa dosa itu mengalami masa kecil yang tidak menyenangkan. Sedikit banyak aku mengetahui tentang anak autis. Beberapa seminar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang aku ikuti menjelaskan bagaimana cara penanganan anak autis. Banyak pantangan yang harus dipatuhi oleh anak autis.
Anak autis dilarang makan es krim, keju dan berbagai jenis makanan lain. Sementara Syafa aku melihat ada beberapa kali Syafa dibelikan es krim oleh neneknya.
“Maaf ya Nak, Ibu agak lama.” Ibu Rummi muncul dari belakang sambil mengendong Syafa. Perempuan itu tertatih-tatih mengendong cucunya. Sejenak aku iba melihatnya.
“O ya Bu, Syafa kenapa tidak sekolah ? “ dengan hati-hati aku bertanya kepada Ibu Rummi.
Ibu Rummi terdiam pandangannya jauh ke depan. Wajahnya nampak sedih. Aku jadi menyesal menanyakan itu kepada Ibu Rummi.
“Maafkan saya Bu. Saya sudah membuat ibu sedih.” Aku berkata menyesal.
“Nggak... Nggak apa-apa kok. Ibu senang kamu bisa mendengar cerita Ibu.” Ibu Rumi terdiaam.
“Kami tidak punya uang untuk membayar uang sekolah Syafa, Nak. Astri hanya istri kedua. Uang belanja yang diberi suami hanya cukup untuk keluarga mereka. Kedua anak laki-laki ibu bekerja, Penghasilan mereka hanya cukup buat kebutuhan kami sehari-hari.” Cerita itu meluncur dari mulut Ibu Rummi.
Ibu Rummi bercerita bagaimana kehidupan Astri sebagai istri kedua. Ibu Rummi juga bercerita bagaimana kedua anak laki-lakinya tidak pernah perhatian kepada keponakannya.
Cerita ibu Rummi membuatku sedih. Ada sesak di relung hatiku. Tapi aku terdiam, apa yang bisa aku bantu. Gajiku apa cukup untuk membantu biaya Syafa.
Aku pamit dari rumah Ibu Rummi dengan perasaan yang galau. Galau karena kepikiran Syafa terus.
Rasanya aku punya keinginan yang besar untuk membantunya. Aku inign Syafa mendapat pendidikan.
****
Keramaian di rumah Ibu Rummi sepulang kerja membuatku kaget. Kenapa banyak orang di rumah Ibu Rummi ? Apa yang terjadi dengan Ibu Rummi dan Syafa ? Aku turun dari ojek online dan setengah berlari aku menuju rumah Ibu Rummi.
bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan