Jadilah Teman Curhat Istri (T-305)
#tantagangurusiana
.Berdikusi dalam rumah tangga itu biasa. Tapi jangan jadikan diskusi jadi arena debat. Buat anda yang bernama suami, tak usah berdebat dengan istri. Mungkin anda bisa berdebat dengan orang lain di kedai kopi, kafe atau tempat lain.
Apa sih untungnya berdebat dengan istri ? Tidak ada untungnya berdebat dengan istri. Apalagi kalau anda berdebat sampai emosi. Jangan sampai membuat istri anda marah. Kalau semua yang dsampaikan istri anda itu tidak benar maka anda bisa menyampaikannya dengan baik-baik.
Jangan sekali-kali menyepelekan pendapat istri anda. Karena pada dasarnya wanita itu mau didengar, kalau anda tidak mendengar cerita istri anda, dia akan mencari orang lain yang mau mendengar ceritanya.
Jika mereka mencari orang yang salah maka rumah tangga akan terancam . Jadi buat anda laki-laki dengarlah cerita istri anda, kalau cerita mereka kurang benar janganlah diremehkan atau dipatahkan. Gunakanlah cara yang santun untuk menyampaikan keberanannya.
Anda tidak perlu menampakkan power anda di depan para istri. Apalagi kalau yang mereka sampaikan itu benar, janganlah anda merasa anda “kalah” di depan mereka. Akui terus terang kalau pendapat anda memang salah. Bersikaplah sportif.
Tulisan ini saya buat terinspirasi dari keluhan salah seorang tetangga yang sudah seperti adik, suaminya sering merendahkan pendapat sang istri.
Masalah sepelepun bisa menjadi sumber pertengkaran. Seperti hari ini kasus “sara” dengan tersangka AJ yang ditayangkan di televisi membuat mereka berdebat. Perdebatan yang membuat sang istri menemui saya ke rumah.
Sebagai tetangga saya memberikan masukan yang berusaha untuk menenangkan dia, berusaha agar dia bisa memahami tipikal suaminya.
Tapi di dalam hati saya sebenarnya kesal sama suaminya, bukan karena sang istri kaum perempuan seperti saya. Karena menurut saya tidak pantas suami berdebat dengan istri. Apalagi perdebatan yang ujung-ujungnya buat ribut. Jadilah teman curhat istri. Istri perlu didengar bukan didebat. Apa anda mau istri anda mencari laki-laki lain untuk mendengar ceritanya ?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan