Kesan Terakhir (T-359)
#tantangangurusiana
.Sikap Mas Dewa tiga bulan terakhir ini yang tiba-tiba baik menimbukan tanda tanya di kepalaku. Apa yang membuat laki-laki yang dulu kasar dan pemarah tiba-tiba berlaku sangat manis ? Angin apa yang bisa merubah sikap kakak laki-lakiku satu-satunya ini ? Berjuta tanya bergelayut dibenakku. Tidak aku saja yang heran seluruh anggota keluarga juga heran. Mama, papa dan saudara yang lain juga sama sepertiku.
Kepulangan Mas Dewa dari Jakarta dengan membawa ole-ole buat seluruh keluarga menambah keherananku. Bukan sekali ini saja dia berpergian, tetapi kali ini beda. Mas Dewa pulang dengan membawa buah tangan. Kami sangat menyambut baik perubahan Mas Dewa. Suasana rumah yang dulu kurang bersahabat menjadi sangat menyenangkan. Aku merasa sangat senang, sudah lama keadaan seperti ini aku rindukan.
Telepon dari sebuah rumah sakit meminta kami untuk datang ke sana membuat kami sekelarga kaget. Dengan perasaan tak menentu kami semua pergi ke rumah sakit. Perawat membawa kAmi ke sebuah ruangan. Sesosok jasad yang sudah ditutup menunggu kami. Dokter Ardi sahabat Mas dewa nampak duduk di samping jenazah. “Maafkan Ardi, Tante. Tiga bulan yang lalu Dewa diketahui menderita kanker otak ganas stadium akhir. Dewa meminta agar Ardi merahasiakan dan meminta Ardi memberitahu tante dan keluarga kalau dia sudah tidak ada.” tubuh mamA ambruk diikuti tangisan kami semua.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan