Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tidak Sejahat Yang Aku Bayangkan (T-347) Part 1

#tantangangurusiana

.

“Berdamailah dengannya kalau kamu mau hidup aman, Widya. Ibu rasa Abangmu punya pertimbangan kenapa dia bersikap seperti itu. ” Itulah saran yang keluar dari perempuan yang melahirkanku. Perempuan yang sudah membesarkanku dan mendidikku.

Jujur sedikitpun aku tidak mau berdamai dengan laki-laki itu. Setyo Adinegoro, kakak laki-laki lain ibu yang juga dibesarkan oleh ibuku.

Almarhum papa menkah dengan ibuku membawa anak dari pernikahan pertamanya. Seorang anak laki-laki. Anak laki-laki yang tidak pernah bisa menerima kehadiran ibuku.

Ibuku bukanlah ibu sambung yang jahat. Ibuku perempuan yang sangat baik. Bahkan ibuku lebih sering membela Bang Setyo daripada aku, putri kandungnya.

Aku lahir setelah dua tahun pernikahan ibu dengan papa. Sama seperti kepada ibuku, kakak tiriku juga tidak menerima kehadiranku. Selalu ada masalah yang dibuatnya yang membuat aku marah.

Tapi bersyukur papa sangat menyayangiku. Laki-laki gagah itu selalu membelaku. Terkadang aku berpikir apakah Bang Setyo betul anak papaku ? Kenapa sifat mereka sangat berbeda?

Kematian papa dua bulan yang lalu membuat hidup kami jadi seperti neraka. Bang Setyo dengan licik mengurus semua aset papa atas namanya. Tidak ada yang tersisa untuk kami.

Aku mencoba protes kepadanya. Tapi Bang Setyo tidak mempedulikan protesku. Bang Setyo beralasan aku masih terlalu kecil untuk mengelola bisnis almarhum papa.

Bang Setyo tidak mengusir kami. kami masih dibolehkan tinggal di rumah almarhum papa. Laki-laki itu memenuhi semua kebutuhan di rumah.

Ibu masih di beri kartu atm. Tapi tidak bisa bebas menggunakan seperti waktu papa masih ada. Semua keperluan kami di jatah oleh Bang Setyo.

Sikapnya yang selalu membatasi kami memakai uang membuatku ribut tadi pagi dengannya. Terbiasa dengan uang yang banyak, tiba-tiba semua serba dijatah membuatku uring-uringan.

Tidak pernah kami bertengkar sehebat ini. Bang Setyo memberiku pilihan, mau ikut aturannya atau aku meninggalkan rumah ini ? .

Aku masih termangu memikirkan saran ibu. Beradamailah dengannya, begitu nasihat ibu. Nasihat yang sedang aku pertimbangkan.

bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post