Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hobi Baru Istriku (T-377)

#tantangangurusiana

Suara heboh layaknya pasar selalu terdengar dari ruangan dapur. Ruangan dapur kami cukup luas. Disamping perabotan dapur di sana juga terdapat satu set sofa dan sebuah televisi. Televisi yang berada di dapur spesial untuk istriku.

Tidak ada yang boleh meyetelnya. Hanya istrikulah yang berhak menyalakannya. Tidak boleh ada yang mengganggu apalagi kalau sudah menonton sinetron kesukaanya di sebuah televisi yang berlogo ikan terbang.

Beberapa hari ini aku melihat hobbi istriku menonton sinetron ikan terbang agak berkurang. Sebagai gantinya dia beralih menonton   jualan live di  media sosial.

Ruangan dapur sekarang berubah jadi pasar. Suara penjual yang menawarkan baju terdengar dari ruangan dapur. Mulai dari baju gamis, kemeja, mukena dan berbagai tawaran lain.

Beberapa pesanan sudah mulai berdatangan ke rumah. Aku sudah tidak bisa menghitung sudah berapa kali kurir mengantarkan pesananya ke rumah kami.

Aku berusaha menegur dengan baik-baik mengenai hobi barunya. Tapi aku tak dapat berkutik karena dia kembali bertanya kepadaku,

“Apakah dengan sering memesan online , Abang merasa aku rugikan ? Pernah aku meminta Abang untuk membayar belanjaanku ?” Begitu jawabannya sewaktu aku tegur.

Aku terdiam. Jujur aku tidak pernah direpotkan dengan hobinya berbelanja online. Tidak pernah dia meminta uang kepadaku untuk membayarkan belanjaanya. Uang belanja yang aku berikan setiap bulan selalu bisa dikelolanya dengan baik. Menu makanan yang disajikan masih tetap bervariasi.

Aku heran darimana dia mendapatkan uang untuk membayar belanja onlinenya. Memang istriku pintar buat kue. Sering aku lihat dia terima orderan buat kue dari tetangga atau teman-temannya. Apakah keuntungan kue itu cukup besar ?

“Kau tidak perlu melarang hobi istrimu, Rahman. Biarkan saja selagi itu tidak merepotkanmu. Biarkan saja dia dengan hobinya itu. Apa selama ini kamu pernah membelikannya barang-barang yang dia beli itu ? Aku rasa istrimu cukup pandai memilih barang yang sesuai dengan keinginanya.” Nasehat dari Saiful rekan kerjaku akau terima sewaktu aku mengeluhkan hobbi istriku.

Ya... Saiful benar. Aku tidak pernah membelikan istriku baju, jilbab, sepatu atau keperluan lain. Uang belanja yang aku beri hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

****

Sore itu aku kembali melihat istriku menonton live suatu tayangan di media sosial. Suara penjual yang menyebutkan  harga dua helai  baju mebuatku kaget. Dua helai harga baju hanya di jual dengan harga di bawah dua ratus ribu. Harga yang menurutku sangat murah.

Aku terdiam, ternyata aku selama ini salah. Aku menyangka istriku menghabiskan uang yang banyak dengan memesan baju online. Ternyata tidak. Baju yang dibeli istriku ternyata murah tapi kualitasnya bagus. Dan yang membuat aku tak kalah kaget ternyata baju-baju yag dibeli istriku sudah ada yang punya. Semua baju-baju tu ternyata diperuntukan buat saudara-saudara perempuan dari keluarga dia dan keluargaku yang tidak mampu.

Aku baru tahu waktu bertanya pada putri tertuaku. Putriku bercerita kalau mamanya mengumpulkan keuntungan dari jualan kuenya untuk membeli gamis-gamis yang bagus tapi harga tidak mahal secara online. Untuk mendapatkan bahan yang bagus dan harga tidak mahal harus jeli melihat barang yang ditayangkan. Makanya mama sering menonton lorang jualan live . Salut buatmu istriku. Aku makin mencintaimu.

 

 

 

.

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post