Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mulai Dari Nol (T-373)

#tantangangurusiana

.Aku menatap perempuan yang dibawa Mas Seno pulang. Perempuan yang kata Mas Seno selalu minta dihalalkan. Perempuan yang bersedia menjadi adik maduku. Geram aku melihat suamiku, berani-beraninya dia membawa permpuan itu ke rumahku.

Perempuan yang sudah aku selidiki semua kehidupannya ini memang tidak tahu malu. Tidak pada suamiku saja, sudah dua kali pesan whatsappnya meminta agar aku bersedia menjadi kakak madunya. Pesan yang selalu aku abaikan. Pesan yang membuat kepalaku berdnyut.

Nyalinya luar biasa. Dia sanggup datang ke rumahku. Aku melihat dia dari ujung jari kaki sampai ke kepala. Cantik ? Menurutku tidak. Wajahnya biasa-biasa saja apalagi kalau makeupnya dihapus, kelihatan kalau wajahnya jauh dari kata menarik.

Yang membuat dia nampak sedikit berkelas hanya pakaian dan perhiasan yang ada di tubuhnya. Aku manatapnya tajam, dia membalas tatapanku.

“Kenapa kamu tertarik sama suami saya ? Kamu kan tahu Mas Seno sudah beristri.” Aku berkata tanpa basa-basi.

Dia tersenyum padaku. Aku tak suka melihat senyumnya. Aku melihat dia wanita yang sangat licik. Jangan bermain-main denganku, Naira. Aku membatin.

“Maaf Mbak. Bukan saya saja yang tertarik dengan suami Mbak, Suami Mbak juga suka kepada saya. Cuma masalahnya suami Mbak tidak mau menikahi saya kalau Mbak tidak mengizinkan. Saya mohon berilah izin Mas Seno menikah dengan saya, Mbak.” Gadis itu berkata dengan sedikit suara memekasa.

“Kamu mencintainya, Mas?” Aku menatap laki-laki dismapingku.

Mas Seno hanya diam. Aku tahu arti diamnya. Aku menyadari posisi suamiku. Suamiku orangnya tidak tegaan kepada orang lain. mungkin kebaikan suamiku disalahartikan oleh perempuan yang berbaju kurang bahan ini.

“Betul kamu berniat menikahinya, Mas? Aku bertanya pada suamiku.

“Kalau kam mengizinkan, Mas akan menikahinya. Mas berjanji akan berlaku adil pada kalian.” Laki-laki yang sudah memberiku 3 orang anak ini berkata pelan.

Oh My God ? Pelet apa yang diberikannya kepada suamiku? Sehingga suamiku nampak seperti kerbau yang di cucuk hidung.

Semua terdiam tak ada yang bersuara, suara kendaranan terdengr memasuki pekarangan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post