Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mulai dari Nol ( T-375)

#taangangurusiana

.

Malam itu aku dan Mas Seno hanya diam. Kami tidak saling bicara. Aku tidak menyangka laki-laki ini mau menduakanku.

Pahit getir kehidupan kami lalui berdua. Apakah kehadiranku selama ini tidak membuat dia bahagia? Kenapa dia masih mau memiliki istr lagi?

Tiba-tiba kau teringat sesuatu. Aku megambilnya. Sebuah kertas tergulung aku keluarkan dari lemari. Aku membaca kertas tersebut. Sebentuk senyum tersungging di wajahku. Aku menuju taman yang terletak di belakang rumah.

Aku menelpon seseorang. Seorang sahabat yang dulu pernah sekelas denganku. Lama aku menelponnya. Hatiku terasa sangat lega. Aku yakin rencanaku akan berhasil.

****

Pagi itu aku mengetik pesan buat Naira dan Mas Seno. Pesan yang meminta mereka hadir siang ini di sebuah cafe yang tak jauh dari rumahku. Tak lupa aku mengatakan bahwa hal ini berhubungan dengan rencana Naira mau menikah dengan Mas Seno.

Balasan hampir bersamaan aku terima dari kedua orang itu. Naira dan Mas Seno menyanggupi untuk datang. Naira mengucapkan terima kasih kepadaku, tak lupa dia menulis di pesannya kalau aku calon kakak madu yang baik baginya. Aku muak membaca tulisannya. Siapa yang mau punya adik madu sepertimu, batinku kesa.

Setelah menjemput semua anak-anak dari sekolah aku menitipkan mereka di tempat mama. Aku segera menuju kafe tempat kami bertemu. Aku melihat Naira sudah datang duluan. Senyumnya nampak sangat cerah. Wanita naif itu mungkin beranggapan kalau aku membri izin ke Mas Seno untuk menikahinya.

Mas Seno menyusul tidak lama kemudian. Kami duudk bertiga. Kafe siang itu nampak sedikit sepi. Aku sengaja memilih jam segini karena biasanya tamu kafe ramai menjelang sore.

“Kenapa Mbak menyuruh kami ke sini ?” Naira nampak bertanya tak sabar.

“Sabar Naira, ada seorang lagi yang sedang kita tunggu.” Aku menjawab pertanyaan Naira cuek.

Seorang wanita melangkan ke tempat kami. Wanita yang nampak cantik dengan stelan blazer kerjanya. Dia tersenyum ke arahu dan Mas Seno. Mas Seno nampak kaget melihat tamu yang bari datang. Dia Kayla. Kayla ada temanku dan Mas Seno semasa di kampus dulu.

Kayla kuliah di fakultas hukum. Setamat kuliah Kayla bergabung di kantor pengacara papanya. Setelah papanya meninggal Kayla mengambil alih kantor itu. Kayla pengacara yang cukup disegani.

“Mas aku sengaja mengundangmu, Naira dan Kayla ke sini sehubungan dengan keinginanmu mau memperistri Naira.” Aku berhenti berbicara. Aku merasa ada yang sesak di dadaku.

“ Kamu harus kuat Andria. Kamu harus kuat.” Batinku.

“Tapi sebelumnya aku mengingatkan kamu tentang perjanjian kita.” Aku mengeluarkan selembar fotokopi kertas dari dalam tasku.

“Ini adalah perjanjian yang kita buat setelah aku melahirkan Setyo anak pertama kita. Aku rasa kamu tidak lupa isinya. Karena kamu yang buat surat ini. Surat yag asli ada pada Kayla.” Aku berkata sambil menyerahkan fotocopi surat itu pada Mas Seno.

Laki-laki itu nampak terdiam . Wajahnya nampak pucat setelah menerima surat itu.

“Di dalam surat itu jelas tertulis kalau diantara kita ada yang berselingkuh atau menikah lagi, maka seluruh harta baik bergerak atau tak bergerak harus di pindah nama ke anak-anak.” Aku berhenti bicara sesaat.

“Aku sengaja bawa Kayla ke sini biar semua bisa diselesaikan dengan baik dan cepat.”Jawabku.

Kayla sudah menyiapkan semua berkas yaag harus ditanda ta

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post