Rania (part 1) T-379
#tantagangurusiana
Mas Danu kembali pulang malam hari ini. Sudah tidak terhitung berapa kali laki-laki ini selalu telat pulang. Alasannya selalu sama banyak pekerjaan di kantor. Aku maklum sebagai seorang direktur banyak pekerjaan yang harus ditanganinya, tapi dia kan punya bawahan. Mengapa tidak d handle oleh bawahan ? Rasa penasaran membuatku hari ini akan menjadi detektif untuknya. Mas Danu tidak tahu wanita seperti apa istrinya.
Namaku Rania, aku adalah anak perempuan satu-satunya di keluargaku. Keempat saudaraku laki-laki. Mungkin itulah penyebabnya sehingga aku bersikap agak kelaki-lakian. Dari kecil sampai remaja aku lebih menyukai hal-hal yang berhubungan dengan kamu Adam. Mulai dari olah raga sampai pakaian aku menyukai yang maskuli. Model rambutku juga cepak seperti laki-laki. Aku terkenal dengan julukan Rania Tomboy.
Kepindahan papa ke kota ini membuat aku sekaligus hijrah. Aku berusaha untuk jadi perempuan seutuhnya. Bahkan mama dan papa menyarankan aku terapi. Supoort dan dukungan dari seluruh keluarga membuatku berhasial menampilkan sikap femininku yang selama ini tersembunyi.
Aku kuliah di jurusan ekonomi. Aturan kampus tempatku kuliah yang mewajibkan mahasiswi memakai rok ke sekolah membuatku penampilanku tambah sempurna jadi perempuan. Di kampus ini aku kenal Mas Danu. Pria yang sekarang jadi suamiku dulunya adalah kakak tingkatku. Kami sempat dekat. Tapi kemudian kami terpisah dan tak ada kontak.
Delapan tahun tidak berjumpa kami dipertemukan dalam suatu acara reuni. Dalam acara tersebut Mas Danu mendekatiku. Hubungan kami berlanjut lewat chat-chat. Mas Danu melamarku setelah enam bulan kami dekat.
Kami menikah tanpa pesta. Hanya kenduri sederhana dengan mengundang keluarga-keluarga dekat dan tetangga. Keuangan Mas Danu menjadi penyebabnya. Mas Danu tidak punya cukup uang untuk membiayai pesta.
Kehidupan rumah tanggaku dimulai dari nol. Mirip slogan Pertamina di SPBU. Kami sama-sama berjuang membangun usaha dar awal. Setelah usaha sukses Mas Danu memintaku di rumah saja. Mas danu beralasan anak lebih utama. Aku ikuti keinginannya. Jadilah aku ibu rumah tangga untuk dia dan putra-putri kami.
Sikap Mas Danu mulai berubah satu tahun terakhir ini. Dia mulai jarang berkumpul dengan keluargaku. Pulangnya juga sering larut malam. Bahkan ada beberapa kali dia tidak pulang. Belum lagi alasannya kerja keluar kota. Padahal hampir sepuluh tahun pernikahan kami ini tidak pernah dilakukannya.
Mobil carteran yang aku tumpangi berhenti di kantor Mas Danu. Aku sengaja menggunakan mobil carteran biar Mas Danu tidak mengenaliku. Aku melihat mobil suamiku parkir di depan kantor.
Aku melirik jam di pergelangan tanganku pukul 17.00 WIB, waktunya Mas Danu pulang kantor. Dugaanku benar Mas Danu nampak keluar dari kantornya. Laki-laki itu melangkah ke mobilnya. Mobil melaju meninggalkan areal parkantoran.
Aku membuntuti mobil Mas Danu. Arah mobil Mas Danu membuatku heran, kenapa tidak menuju arah pulang ke rumah ?
Mobil memasuki sebuah komplek perumahan. Komplek perumahan ini nampak masih baru, aku baru kali ini memasuki kompleks ini. Pertanyaan dari security komplek membuatku kehilangan jejak Mas Danu.
Aku berputar-putar di dalam komplek mencari mobil Mas Danu. Netraku memperhatikan halaman setiap rumah. Beruntung komplek ini tidak memiliki pagar halaman yang tinggi sehingga halaman rumah bisa terlihat dari jalan. Nasib baik berpihak padaku, aku melihat mobil Mas Danu berhenti di depan sebuah rumah yang kelihatan sangat asri. Bunga-bunga yang ada di halaman rumah menandakan pemiliknya penyuka tanaman.
Aku mengamati rumah tersebut dari dalam mobil. Ada dua mobil yeng terpakir di sana. Rumah nampak sepi. Tidak ada seorangpun nampak di teras rumah. Aku mengambil gawai dan mencoba menghubungi suamiku.
Mas Danu mengangkat telponku. Aku menanyakan keberadaanya. Mas Danu mengatakan kalau dia berada di kantor. Aku kesal dan sedih sekali. Laki-laki yang aku percayai telah mengkhianatiku. Sudah hampir satu jam aku di sana, tapi tidak nampak Mas Danu mau keluar. Aku memutuskan untuk pulang. Aku memacu mobil meninggalkan tempat itu.
bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan