Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Aku Berhak Bahagia, Part 1 (T-394)

#tantangangurusiana

Empat tahun bukan masa yang singkat bagiku untuk bertahan di pernikahan ini. Bayangan hidup berumah tangga yang bahagia dan harmonis seperti dambaanku sewaktu masih gadis tidak lebih hanya mimpi di siang bolong

Aku hidup jauh dari kata bahagia. Setiap hari aku dibuat makan hati oleh Mas Randi. Laki-laki yang menikahiku dengan sejuta janji-janji palsu. Sikap laki-laki itu berubah setelah menjadikan aku istrinya. Mas Randi tidak seperti laki-laki yang aku impikan. Dia sangat pemalas. Pekerjaanya setiap hari hanya kumpul-kumpul dengan teman-temannya.

Aku harus menyediakan uang rokok dan uang saku untuknya setiap hari. Uang yang harus ada, tidak boleh tidak. Laki-laki itu akan mengamuk kalau aku tidak memenuhi keinginannya.

Aku terpaksa harus sering kerja lembur agar mendapatkan uang lebih. Sekujur tubuhku terasa sangat lelah sepulang bekerja. Aku bekerja di sebuah butik sebagai penjahit. Tugasku menjahit pola baju yang sudah di potong oleh Mbak Laras, pemilik butik.

Sepulang bekerja aku belum tentu bisa beristirahat. Pekerjaan rumah sudah menunggu. Mas Randi tidak pernah punya inisiatif membereskan rumah. Rumah selalu berantakan. Karena Mas Randi sering membawa teman-temannya nongkrong di rumah kalau aku lagi bekerja.

“Melda...,” suara teriakan mengagetkan aku dari lamunan.

Laki-laki yang barusan ada dipikiranku berteriak dengan suara keras. Kebiasaan yang tidak pernah hilang dari Mas Randi. Aku sering malu dengan tetangga karena kelakuannya.

“Melda kamu dengar nggak aku panggi ?” Laki-laki itu sudah nongol di depanku.

“Mas bisa nggak sich jangan berteriak-teriak. Seperti di hutan saja.” Protesku.

“Kamu mau mengatur-ngatur aku?. Jangan mentang-mentang kamu sudah kerja kamu berbuat seenaknya. Terserah aku mau berteriak atau berbisik. Ini kan rumahku.” Seperti yang sudah aku bayangkan kata-kata itu meluncur dari mulutnya dengan intonasi yang keras diikuti dengan sumpah serapahnya. Berbagai nama jenis binatang keluar dari mulutnya.

bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post