Ketika Objek Wisata ditutup
#tantangangurusiana
.
Empat hari berlebaran hanya di rumah saja betul-betul membuat otak ini menjadi stress. Berlebaran ke rumah tetangga atau teman ragu dilakukan, karena kondidi pandemic yang sednag meningkat banyak orang yang tidak menerima tamu.
Di hari minggu rasa suntuk sudah tidak tertahan. Keinginan untuk pergi ke objek wisata menjadi semakin besar. Rindu sasana angina laut, rindu suara deburan ombak.
Dengan dia antar oleh suami saya dan putri kami yang paling kecil menuju objek wisata Pantai Koneng.
Sebelum berangkat saya mencoba cari informasi tentang kondisi pnatai, karena beredar khabar bahwa pintu gerbang menuju objek wisata ditutup.
Rasa pensaran membuat kami menjajal pantai demi pantai. Semua pintu gerbang menuju pantai dijaga oleh polisi, Satpol PP, Dishub dan Suami saya mencoba berbicara dengan polisi agar diizinkan masu. Tapi mereka tidak mengizinkan mobil kami masuk.
Akhirnay kami pulang, yang mebuat saya dan tak habis pikir kenapa mall, tempat hiburan selalu ramai. Mengapa semuanya seakan dibiarkan. Kepada apparat yang bertugas jagan tebang pilih.n
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan