Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Mantan Tetangga (T- 420)

#tantangangurusina

.

*****

Widya tidak menjawab pertanyaanku. Aku menatap perempuan yang pernah menjadi tetanggaku itu. Widya kulihat nampak sedikit gugup. Ada ketidakpercayaan diri nampak di matanya. Dari dulu dia memang selalu seperti itu. Dia sering merasa sungkan kepadaku. Padahal aku tidak pernah merasa lebih darinya. Kalaupun dulu aku memiliki kelebihan harta semata-mata itu hanya titipan dariNya. Aku menatap putranya. Raffi Nampak kelihatan sangat tenang. Anak muda itu Nampak percaya diri beda dengan mamanya.

“Ada apa, Widya. Ada yang mau kamu sampaikan pada kakak ?” Aku mengulangi pertanyaanku.

“Begini Kak, kami datang ke sini memang punya maksud. Sebenarnya tadi ayah Raffi mau ikut juga. Tapi karena beliau kurang sehat tidak jadi. Kami ke sini berencana mau meminang Rania buat putra kami, Raffi.” Dengan sedikit terbata Widya menjelaskan maksud kedatangannya.

Aku kaget. Aku tidak menyangka kalau Widya datang mau meminang putriku. Seingatku Rania berbeda jauh umurnya dengan Raffi. Sewaktu mereka mengontrak di sini Rania sudah duduk di banku sekolah dasar, sedangkan dua putra Widya masih anak-anak. Aku masih ingat waktu mereka main di rumahku Rania sering meyuapi mereka makan.

“Raffi, Rania itu umurnya jauh di atasmu. Kalau tante tidak salah kalian beda empat tahun. Bagaimana kamu bisa menyukai putri tante?” Aku mencoba bertanya dengan hati-hati. Aku tidak mau anak muda itu tersinggung.

“Itulah tante, saya menyukai Kak Rania. Saya tidak bisa menyukai perempuan lain selain Kak Rania.” Anak muda itu menjawab dengan suara bergetar.

“Kebaikan Kak Rania membekas di hati saya, tante. Sewaktu papa di PHK kami semua kesulitan. Pernah kami tidak makan. Karena mama tidak diberi utang lagi di kedai. Kak Rania datang ke rumah membawa beras, telur dan mie instan. Kak Rania jadi malaikat penolong untuk kami, Tante.” Lanjut Raffi.

Semua hening. Widya tidak menanggapi cerita putranya, tapi dia Nampak sangat sedih sekali. Mungkin bayanganm masa lalu membekas di memorinya.

“Semula mama tidak mau menerima pemberian Kak Rania, karena mama tahu bahwa Kak Rania pasti membawanya ke rumah kami tanpa sepengetahuan tante. Tapi dia menangis memaksa kami mengambilnya. Akhirnya kami bisa makan tante dari pemberian Kak Rania. Kalau tidak kami sudah kelaparan.” Raffi bercerita dengan suara bergetar,

Aku memang tidak tahu kalau pada masa itu putriku sering membantu keluarga Widya. Karena aku merasa tidak pernah kehilangan. Usaha almarhum suamiku yang masa itu lagi sukses-suksesnya membuat hidup kami sangat berkecukupan. Stok makanan di rumah selalu berlebih.

“Kebaikan Kak Rania membuat saya tidak bisa menerima perempuan lain, Tante.” Anak muda itu menjawab pelan. “Di hati saya cuma ada Kak Rania.” Lanjutnya.

“Maafkan putra saya, Kak. Tapi memang benar apa yang dikatakannya. Dia selalu menyuruh saya agar melamarkan Rania untuknya. Saya selalu menolak, saya berkata kepadanya kalau saya akan melamarkan Rania kalau dia sudah sukses dan punya banyak uang. Akhirnnya Raffi bisa sukses eperti sekarang.” Widya berkata meyakinkanku.

Aku menatap Raffi. Ada kejujuran di matanya. Aku yakin anak muda ini bicara apa adanya. Dia tulus. Aku merasa terharu. Rania putriku memang anak baik. Dia mewarisi kebaikan hati lamarhum papanya. Hatinya sangat lembut. Dia paling tidak bisa melihat orang susah.

“Tapi…. Tapi kamu apa kamu tahu kondisi Rania sekarang ?” Aku bertanya kepada pemuda itu.

“Tahu tante. Saya akan terima Kak Rania dengan segala kelebihan dan kekurangannya.” Raffi berkata mantap.

“Apa yang kamu ketahui tentang Rania ?” Aku bertanya pelan. Ada nyeri di hatiku kalau teringat nasib putriku

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post