Terkurung di Luar (T-405)
#tantangangurusiana
.
Selogan yang banyak terpampang di setiap pinggir jalan "PINTU MAAF DIBUKA, PINTU RUMAH DITUTUP sangat susah diterapakan.
Budaya ketimuran yang kental dengan sopan santun membuat sebagian masyarakat susah untuk memakai slogan ini.
Di hari pertama lebaran, rumah kami tiada henti didatangin tamu-tamu kecil. Tamu-tamu yang tidal kasi untuk menolak kedatangan nya.
Hari kedua kami berencana untuk mengunjungi tetangga-tetangga yang di sekitar rumah.
Rumah pertama yang kami datangi as alah rumah ibu ketua worst, Ibu Mayang.
Masak an lebaran lontong dengan gulai itik beliau hidangkan untuk kami
Selesai makan lontong kami mulai bercerita beraneka ragam cerita. Suasana yang sungguh menyenangkan.
Tak sadar hari sudah menunjukan pukul. 12.00 siang Aku kaget
Tergesa aku pamit minta pulang. Sesampai di rumah aku langsng memuju pintu ulama. Dugaanku benar.
Rumah dalam kejadian terkunci. Aku. Mencoba mengintip...
Ternyata rumah dalam kejadian terkunci. Aku terdiam. Artinya kami tak bisa masuk. Mana perut sanga lapar . Akhirnya untuk mengisi waktu kami selfie di teras rumah. Lumayan menunggunya jadi tidal membosankan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan