Undangan Alumni
#tantangangurusiana
.
Tawaran berbuka puasa bersama dari alumni yang Sudah tamat kembali mampir di gawaiku.
Tawaran yang terpaksa aku tolak. Sebenarnya tidal sampai hating membuat mereka sedih. Anak-anak berkata kalau mereka rindu. Rindu berjumpa denganku.
Sebenarnya hati ini juga rindu. Tapi Mau diapakan. Edaran yang mengatakan kalau berkumpul-kumpul dilarang harus d patuhi.
Aku menolak dengan sopan undangan anak-anak tersebut. Mereka kecewa, ada yang masih membujukku berharap aku mau ikut acara buka bareng yang sudah mereka buat.
"Ibu kurang enak badan, Nak." Aku membuat alasan.
"Maafkan ibu, Nak. Ibu terpaksa berbohong." Batinku.
Aku tahu berbohong tidak baik. Tapi aku berharap semoga Tuhan memaafkan aku. aku punya alasan kenapa harus berbohong.
Usiaku sudah tidak muda lagi. Hampir mendekati enam puluh tahun. Kalau aku bergabung dengan anak-anak alumni yang masih muda-muda aku takut diantara mereka yang ada menulariku. Keputusan menolak undangan mereka adalah keputusan terbaik.
Aku tahu semua beresiko menulari atau ditulari. Aku harus patuhi protokol kesehatan, kalau aku mau sehat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan