Pemikiran Ki Hajar Dewantara Di mata Fitrianingsih
AKSI NYATA MODUL 1.1
PENERAPAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA
DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Oleh: Fitrianingsih, S.Pd
(Calon Guru Penggerak Angkatan 7 dari SDN Biru 02 Kabupaten Bandung)
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan sebuah usaha sadar, terencana dalam menyiapkan anak melalui kegiatan pengajaran, bimbingan bahkan pelatihan untuk mempersiapkan diri anak dimasa datang ketika mereka berada di tengah-tenganh masyarakat. Ini sejalan dengan Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat.
Dalam teori Konvergensi seorang murid bagaikan kertas yang sudah diisi, dan tugas kita sebagai pendidik menebalkan isi dari tulisan itu dalam sisi baiknya, dan mencoba mengkikis bahkan menghilangkan sisi jeleknya yang berkaitan dengan dasar budi pekerti yang perlu ada pembiasaan berdasarkan tuntunan-tuntunan ke arah karakter yang diharapkan,Kegiatan aksi nyata ini merupakan pembelajaran yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman yang sedang berkembang saat ini.
B. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin saya capai dalam kegiatan ini adalah
1. Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid.
2. Murid dapat merdeka belajar dengan metode pembelajaran yang digunakan.
3. Murid dapat mengerti materi sulit melalui kodrat anak itu sendiri yaitu melalui permainan make a macth.
C. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dalam kegiatan aksi nyata pada modul 1.1 ini adalah :
1. Terciptanya pembelajaran yang berpusat pada murid.
2. Mendapatkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi
3. Terpenuhinya kebutuhan murid dalam pembelajaran yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.
D. Rancangan Pelaksanaan Aksi Nyata
1. Perencanaan
Dalam tahapan ini saya melaksanakan 2 kegiatan yaitu
Berdiskusi dengan rekan sejawat Menyusun rencana pembelajaran
a. Berdiskusi dengan rekan sejawat, saya mencoba bertukar pikiran mengenai materi dan metode pembelajaran yang akan dipakai dengan mempertimbangkan kodrat anak.
b. Menyususn rencana pembelajaran, berupa menyiapkan materi pembelajran, RPP, media pembelajaran dan sumber-sumber pembelajaran yang dapat digunakan.
2. Pelaksanaan Aksi Nyata
Pada tahap pelaksanaan saya memulainya dengan pembiasaan-pembiasaan diantaranya pembiasaan baris, berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Berikut hasil dokumentasinya:
Baris Sebelum Masuk Berdo’a sebelum belajar
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Berikutnya saya melakukan kegiatan awal pembelajaran yang di awali oleh pengecekan daftar hadir, ice breaking dan apersepsi (mengaitkan materi sebelumnya dan materi yang akan dipelajari murid), di bawah ini dokumentasinya:
Pengecekan Daftar Hadir Ice Breaking Apersepsi
Selanjutnya pada kegiatan inti pembelajaran murid saya melakukan kegiatan eksplorasi materi, menyimak aturan main, melakukan permainan dalam pembelajaran dan mengkomunikasikannya di depan kelas, berikut dokumentasinya:
Kegiatan Eksplorasi Penjelasan Aturan Main
Kegiatan Make a match Kegiatan Mengkomunikasikan
Pada kegiatan penutup pembelajaran murid saya melakukan penarikan kesimpulan dan terakhir evaluasi berikut dokumentasinya:
Penarikan Kesimpulan Evaluasi
E. Hasil dari Kegiatan Aksi Nyata
Dari rangkaian kegiatan aksi nyata di atas yaitu menerapkan filosofis Ki Hadjar Dewantara yaitu dengan pembelajaran yang mempertimbangkan kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Pada dasarnya anak usia sekolah dasar memiliki dua kodrat alaminya, yang pertama merdeka yaitu hidupnya tidak bergantung pada orang lain, belajar tanpa ada paksaan dari siapapun, kedua adalah bermain dimana dengan bermain anak menjadi bahagia bahwa pikiran-perasaan-kemauan-tenaga berada pada diri anak sehingga permaianan menjadi bagian dari pembelajaran.
Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD, 2009 hal 21) bahwa dalam melakukan pembaharuan yang terpadu hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatan terpenuhi, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik alam maupun zaman. Sementara itu segala bentuk isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan.
Dari filosopis KHD tersebut maka saya dalam pembelajaran di kelas mempertimbangkan kodrat anak dan pembelajaran berpusat pada murid, nah pada kesempatan kali ini saya menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengaktifkan seluruh murid yaitu dengan permainan math a macth, dalam permainan ini guru menuntun murid untuk memahami materi tanpa ada rasa paksaan dan tekanan. Alhamdulillah hasil yang di dapatkan pada kegiatan ini sebagian besar murid saya memahami materi IPS yaitu kerja sama di Negara-negara ASEAN. Dibuktikan dengan evaluasi diakhir pembelajaran 75 % mencapai KKM. Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak yang perlu diperbaiki diantaranya dalam mengatur waktu seefisien mungkin sehingga waktu tidak terlalu molor, penanaman budi pekerti tanpa disadari murid perlahan terbentuk tetapi belum maksimal dikuatkan oleh guru. Dalam penanaman budi pekerti haruslah terjalin keselarasan hidup antara cipta, rasa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik kekuatan tentang dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran social bahwa ia tidak hidup sendiri dalam kehidupan sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan dapat bertanggung jawab dalam kemerdekaan dirinya dan kemerdekaan orang lain. Dalam permainan make a macth pun tercermin penanaman budi pekerti yang menunjukkan bahwa mereka hidup tidak sendiri melainkan hidup berdampingan dengan individu lain sehingga muncullah sebuah kerjasama, saling membantu satu sama lain.
F. Refleksi
Refleksi dari kegiatan aksi nyata pada modul 1.1 ini adalah menggunakan model 4C yaitu Connection, pada modul yang telah saya pelajari selama dua minggu ini yang berkaitan dengan filosifis pemikiran Ki Hadjar Dewantara terhadap pendidikan, ini berkaitan erat dengan peran saya sebagai pendidik, materi ini membuka pemikiran saya bahwa dalam melaksanakan peran sebagai pendidik, perlu ada perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan pembelajaran, agar pembelajaran menjadi bermakna. Di awal belajar saya merasa bahwa pembelajaran yang selama ini saya ciptakan sudah baik tetapi ketika mempelajari lebih dalam materi ini saya hanya ingin mewujudkan tercapainya kompetensi-kompetansi yang ahrus dimiliki anak tanpa melihat keadaan sekitar, kondisi anak, sosio budaya yang ada bahkan tanpa memperdulikan budi pekerti yang perlu dimiliki oleh anak. Jika dipikirkan fatal rasanya saya mengajar selama ini, akankah sia-sia waktu yang saya berikan kepada anak, perasaan bersalah ini membuat saya memikirkan adakah dampak yang siswa peroleh ketika saya selesai mengajar. Tetapi saya kembali merenung bahwa pemebelajaran yang saya lakukan tidaklah semua salah, ada seorang alumni merasa rindu belajar dengan saya dan cara mengajar saya ini membuktikan ada rasa ketertarikkan pembelajaran yang saya lakukan yang membuat anak masih mengingat walaupun sudah ke jenjang yang lebih tinggi; Challenge, banyak sekali ide, masukan yang diberikan narasumber sebagai referensi saya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah saya lakukan saat melaksanakan pembelajaran, namun ada beberapa yang mengganjal di hati ketika saya mencoba mempraktikkan dari materi yang sudah di pelajari dimana anak diberi kebebasan dalam memilih baik materi maupun cara menyelesaikannya, anak disini mengalami kesulitan menemukan cara dan tetap membutuhkan penjelasan dari guru, ketika saya sebagai pendidik masih menjelaskan apakah ini masih sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara?, begitu pun dengan waktu yang merasa lama untuk menemukan sebuah penyelesaian. Entah apa yang salah ketika saya mempraktikkan materi tersebut?. Namun saya yakin dengan berjalannya waktu, saya akan menjadi guru yang lebih baik lagi dan dapat mengemas pembelajaran dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tercapai; Concept, konsep utama dalam mempelajari modul ini bahwa saya harus menjadikan pembelajaran yang menyenangkan sehingga pembelajaran akan lebih bermakna, dengan memperhatikan kekuatan kodrat yang miliki oleh anak serta menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan semboyan Ki Hadjar Dewantara Ing Ngarso Sing Tuludo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Dengan itu saya harus bisa mengemas sedemekian rupa rencana pembelajaran kemudian melakukan kesepakatan-kesepakatan yang dapat menjadi sebuah rambu sebagai arahan guru dalam tahapan pelaksanaan pembelajaran dan melakukan evaluasi dan refleksi sehingga kita tahu hasil dan apa yang dirasakan oleh anak ketika berada di dalam pembelajaran tersebut, serta berharap tercipta sikap positif yang dimunculkan anak dan terdapat perubahan perilaku yang baik setelah mengikuti pembelajaran; Change, adapun perubahan yang saya inginkan setelah mempelajari modul ini saya lebih baik dalam memberikan contoh, pemberi motivasi, pemberi semangat serta menjadi sosok yang menginspirasi dan sosok yang dirindukan oleh anak-anak didiknya, tentunya menjadi seorang pendidik yang dapat mengemas sebuah pembelajaran dengan penuh inovasi dan kreatifitas sehingga menghasilkan seorang siswa yang memiliki profil pelajar pancasila sebagaimana diharapkan oleh Ki Hadjar Dewantara bahwa anak memiliki keseimbangan antara cipta, rasa dan karya.
G. Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, tujuan, pelaksanaan serta hasil dari kegiatan aksi nyata ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan filosofis Ki Hajar Dewantara maka akan terciptanya pembelajaran yang berpusat pada murid, pembelajaran menjadi menyenangkan, mendapatkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi, serta terpenuhinya kebutuhan murid dalam pembelajaran yang mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman.Hal ini sejalan dengan komentar dari rekan sejawat dan salah satu murid. Menurut rekan sejawat metode math a macth sesuai dengan materi pembelajaran seta murid pun merasa senang dengan belajar sambil bermain dan mereka berharap di setiap pembelajaran dapat menyenangkan seperti ini.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
