Pemikiran Ki Hajar Dewantara di mata Yanah
AKSI NYATA PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAK MODUL 1
Oleh
Yanah Maryanah, S.Pd.
Calon Guru Penggerak Angkatan 7
Kabupaten Bandung
Dalam mewujudkan merdeka belajar dan profil pelajar pancasila di lingkungan sekolah berawal dari usaha untuk menerapkan budaya positif pada murid dan lingkungan sekolah. Berawal dari guru menginternalisasi profil pe;ajar pancasila, menerapkan nilai dan peran guru menganalisis kondisi dengan inkuiri Apresiatif serta pendekatan BAGJA dan menanamkan budaya atau disiplin positif kepada murid. Maka diperlukan usaha berkesinambungan dari guru dan lingkungan sekolah untuk memberikan tauladan atau panutan akan budaya positif kepada murid.
Modul 1.1 Filosofi Pendidikan Menurut Ki Hajar Dewantara
Pendidikan dan pengajaran di Indonesia menganut Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan semboyan " ing ngarso sung tuludho, ing madyo mangun karso, dan Tut wuri handayani" bahwa seorang pendidik berperan sebagai pamong yan menuntun dan memberikan panutan . Dalam proses menuntun anak diberi kebebasan namun pendidik sebagai pamong dalam memberikan tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Pendidikan bertujuan untuk menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. Jadi anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa. Ki Hajar Dewantara membedakan kata pendidikan dan pengajaran dalam memahaminarti dan tujuan pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara pengajaran merupakan dari pendidikan. Pengajaran adalah proses pendidikan dalam memberikan ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin sedangkan pendidikan memberikan tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Bentuk aksi nyata dari modul 1.1 mengenai Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara yaitu sebagai pendidik saya memberikan pembelajaran yang menarik bagi siswa dengan mempelajari aplikasi presentasi menggunakan HP yang nantiya ketika murid tampil ke depan mempresentasikan hasil belajarnya lebih antusias ini adalah sebagai wujud penggunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran siswa, selain itu murid menggunakan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar agar mengenali materi mengenai jaring-jaring bangun ruang dengan berani tampil ke depan. Hal ini dilakukan agar peserta didik mampu memiliki keterampilan dalam menghadapi tuntutan kodrat zaman dan alam, selain memiliki keterampialan murid pun harus memiliki budi pekerti yang baik seperti di sekolah sudah membiasakan sholat dhuha, menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan tidak menyampah dan juga menerapkan rasa kekeluargaan dengan saling membantu jika ada temannya yang kesusahan mengerjakan tugas. Dengan karakteristik murid yang unik dan berbeda kita sebagai seorang pendidik harus mampu menerapkan pendidikan yang berpusat kepada murid atau berhamba pada anak karena dasar dari pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat anak agar mereka memperoleh kemerdekaannya dan dapat menjadi manusia yang merdeka.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
