PENDAMPING TOURING
Pendamping Touring
Pagi ini dosen ku yang telat. Biasanya aku yang telat kuliah jam 07 pagi. Jenuh tak membuat semangat kuliah ku menghilang. Aku terbiasa dengan mandi pagi tanpa sarapan dan membiarkan motor matic ini menembus kabut pagi.
Satu jam perjalanan kampus dari rumahku, tak membuatku turun semangat. Setiap mata kuliahku akan kupelajari dengan senang.
"Rina, tumben kamu ga kesiangan? ". Tanya dosen yang ganteng itu.
" Iya dong Prof saya harus datang pagi, perkuliahan ini kan matkul penting buat saya, prof". Jawabku renyah.
" Bagus ada progress kamu". Tangkas prof Yudin.
Namun aku bingung untuk pergi ke rumah dosen itu saat bimbingan untuk presentasi kelompok dan kami harus ke rumahnya.
Bingung banget. Aku Seorang Rina bisa bermotor tapi ga tahu jalanan dan pake google map kadang menyesatkan.
Wah inisiatif aza aku share di grup untuk konvoi motor bareng teman yang sekelompok touring motor ke rumah dosen.
Tak berapa lama ada japri dari Yamin temenku yang super cool itu.
" Rina yuk barengan aza dengan aku yaaa aku siap jadi pendamping touring". Tulisan di chatt itu jelas dari Yamin.
" Alhamdulillah kalo gitu aku ga akan nyasar nih ke rumah dosen, siap aku tunggu besok di depan kampus yaa jam 06 pagi". Jawaban chat WA ku menegaskan.
Kampus masih diselimuti kabut, saking semangatnya aku mau bimbingan presentasi ke rumah dosen yang konon jauh ke gunung di Daerah pegunungan Sunda ini. Tak lama Yamin datang dan siap dengan motor gedenya dalam senyum tipis menyapaku.
" Ayo Rina, kita jalan sekarang aku pelan kok dan kamu ikutin aku dari belakang yaaa", kata Yamin.
" Hey, masa kita ga nungguin temen lainnya? " Jawabku.
" Ga usahlah, biarlah kalo ditungguin lama banget, entar mereka nyusul". Kata Yamin.
"Ok". Jawabku sambil merapatkan motor matic ini tepat dibelakang motor Yamin.
Kami konvoi motor beriringan dan pergi ke rumah Pak Dosen, rasa touring.
Kami ga sempat ngobrol apapun, tapi saat sampai di depan pintu pagar rumah pak dosen, Yamin ngajak makan bubur pagi itu, tukang bubur yang nongkrong di sebrang jalan rumah dosen. Kami parkir kan motor kami depan pagar rumah pak dosen, dan makan sabu duluuu, sarapan bubur.
Sambil makan bubur, Yamin mengawali obrolan. Bahwa dia punya skripsi dan judul sudah diterima, seminar skripsinya sudah siap masuk Bab satu dan bab dua.
Dibalik candaannya Yamin bilang bahwa aku seorang Rina adalah masa depannya.
Aku awalnya ga mengerti arah bicara dia kemana, tanpa ku sadari Yamin ternyata menembak ku, bahwa Yamin menginginkan aku sebagai calon istrinya.
Aneh banget masa nembak depan tukang bubur gini sih?
" Aku ga akan mau pacaran sama kamu Rina, tapi kamu dari awal kuliah sudah memanah hati aku dan aku selalu menjadi pendamping touring mu". Kata Yamin membuat aku gemetaran dan dagdigdug rasanya.
Aku diam saja dan menatap bayangannya dihadapanku.
" Rina, aku janji saat lulus kuliah dan dapat kerjaan, aku akan melamar kamu". Tegas Yamin.
Seolah Yamin paham dan peduli, bahwa perasaanku sama dengan dia. Aku hanya bisa tersenyum dan tersenyum, tak ada kata apapun yang sanggup keluar dari mulut ini.
" Kok diam saja Rina? ". Tanya Yamin.
" Iya aku akan menunggu momen itu". Jawabku sambil senyum berbinar di wajahku ini pertanda bahwa aku juga iya suka sama Yamin.
Yamin hanya bisa senyum dan manis sekali. Aku ga menyangka sama sekali bahwa pendamping touring itu adalah jodohku. Saat halal kami bisa berboncengan satu motor. Yessss
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
