Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PUTAR BALIK

PUTAR BALIK

Putar Balik

Kali ini proposal tesis sudah diseminarkan, tinggal nunggu lembar pengesahan dari Bu dosen Prof Rosa.

" Bu Yanti kamu, tahu alamat prof Rossa? " . Tanya Bu Ena padaku.

" Tidak tahu, malah aku lagi bingung nih, berkendara motor ga hapal jalan, yaaa nyasar deh". Jawabku.

" Ayo kita barengan deh di grup biar konvoi barengan yaaa". Kata Bu Ena.

Aku lihat dan baca grup, banyak komentar teman teman siap berkonvoi besok pagi jam 08.00 WIB

Ku lihat pula japrian pak Deden, wah aku mulai chat dan ajak dia barengan di tempat yang ditentukan. Rupanya teman- teman janjian di Borma mall wilayah kota Bandung.

Aku janjikan pak Deden di depan Borma mall itu tepat jam 08.00 WIB.

Berangkat dari rumahku jam 07 pagi, aku siapkan diri dan ku setting aplikasi google map menuju Borma mall Kota Bandung. Pas jam 08.00 WIB aku sudah di lokasi. Namun, tak kulihat satu batang hidung pun teman kuliahku ini. Pada kemana sih? Lama banget.

Sepuluh menit aku menunggu di pinggir jalan depan Borma Mall kota Bandung wah ini teman temanku, apakah mereka mengerjai ku atau bagaimana? Tak ada satu orangpun ini.

Tak lama pak Deden Muncul dihadapanku.

" Bu Yanti ayo kita berangkat ke rumah prof Rossa? " Kata Pak Deden.

" Lha kan kita janjian satu kelompok, masa ga nunggu teman lainnya? " Jawabku.

" Lha kirain itu japrian dari Ibu Yanti saja tho? Kirain janji kita berdua saja, Bu? " . Tanya Pak Deden.

" Kamu ga lihat grup WA yaa? Kita janjian sama Bu Ena, Pak Jejen, Pak Iman, Bu Neneng dan yang lainnya mahasiswa S2 pokoknya". Jawabku.

" Wah kita duluan saja yuk, nunggu kelamaan! " Ajak Pak Deden.

" Ok". Jawabku.

Aku sudah terbiasa membuntuti motor pak Deden agar tidak nyasar di jalanan. Kabut Pagi di pegunungan Perum indah Bandung ini masih menyelimuti jalanan.

Tanjakan nya ini lumayan juga bikin adrenalin ku naik dan naik.

Pak Deden adalah mahasiswa S2 yang wajahnya mirip dengan suamiku. Aku hanya bisa diam kalo pak Deden sedang mengobrol dengan ku, mengingatkan aku pada wajah suamiku di rumah. Kacau ini.

Pantaslah aku sangat semangat untuk kuliah S2 ketemu teman teman yang cantik dan ganteng, solidaritas kuat.

" Nah, kita tunggu di sini saja" . Kata Pak Deden sambil menepi di pinggir jalanan dekat pos kamling perum indah Bandung ini. Motor ku parkir saling berhadapan dengan Pak Deden. Akhirnya sambil menunggu teman kami akrab tenggelam dalam obrolan pribadi yang saling membuka diri untuk cerita tentang keluarga masing-masing.

" Wah motor aku tinggal satu liter ini, cukup ga yaaa sampai ke depan pom bensin?". Tanyaku resah.

Pak Deden membusungkan tubuhnya ke arah motor matic aku.

" Wah , cukup lah Bu, ntar saat pulang ikuti aku yaa kita lewat ke pom bensin". Jawab Pak Deden.

Nama suamiku Dadan sedangkan nama teman kuliahku Deden. Mereka punya inisial sama hurup D. Wajahpun agak mirip. Kacaulah pikiranku, kadang aku degdegan jantung berdetak hebat depan Pak Deden. Parah, nih ga boleh ini terjadi, aku wanita bersuamikan Dadan bukan Deden.

Akhirnya teman teman kuliahku yang lainnya pada datang, ada yang bermotor ada juga yang berkendara roda empat. Sip deh kita jadi minta tandatangan ke Prof Rossa.

Kami antri untuk meminta tanda tangan ke Prof Rosa setelah makan bersama dan foto bareng, barulah kami pulang.

Aku dan Pak Deden saling tatap saja kadang tak ada kata yang terucap. DuhDuh, gawat ini.

" Kita pulang yuk, Bu Yanti ke Bandung selatan dan aku ke Garut, kita searah". Ajak Pak Deden.

" Oya tapi bensin ku tinggal seliter, butuh ke pom dulu". Jawabku.

Tapi yang menyela adalah Bu Ena.

" Iya Bu Yanti bisa berhenti dulu di Pom dan aku mau nebeng ke Pak Deden yaaa sampai depan saja". Kata Bu Ena.

Sedih dan aneh rasanya cemburu aku dengarnya, Bu Ena Boncengan dengan Pak Deden. Padahal saat di kampus aku biasa aja, ga ada rasa cemburu kalo Pak Deden gandeng istrinya di kampus. Aneh, ini perasaan apa yaaa?

Proposal tesis kami sudah ditandatangani tinggal dieksekusi aza maju ke bab 1 bab 2 dan seterusnya. Sampai sidang 1.

Akhirnya motor kami meluncur dijalanan. Saat di Pom Bensin, aku beli bensin. Pak Deden setia menunggu dan siap mendampingi perjalanan kami ini.

" Bu Yanti, siap? ". Tanya Pak Deden.

" Hayu". Jawabku sambil meluncur dijalanan.

Saat di pertigaan Pak Deden berhenti dan menunggu motorku berpapasan.

" Bu Yanti, dari sini putar balik, lalu belok kiri, lurus saja menuju Bandung selatan, kita pisah disini ya". Kata Pak Deden.

" Baiklah makasih yaaa sudah jadi guide ku". Jawabku sedih karena berpisah.

" Yuk sama sama, Hati-hati Yaaa". Jawab Pak Deden.

Motorku lajukan pelan, hampa dan ikuti arah sesuai petunjuk jalan dari Pak Deden. Aku sebenarnya memberanikan diri untuk jalan, karena aslinya aku tak tahu jalanan, arahnya kemana? Akhirnya aku pulang.

Sampai di rumah aku calling Bu Ena untuk memastikan barengan lagi ke kampus besok harinya.

Bu Ena malah bilang,

" Hebat Bu Yanti sampai dikhawatirkan oleh Pak Deden". Kata Ibu Ena dari sebrang.

" Emangnya Pak Deden Bilang apa? ". Tanyaku.

" Itu sepanjang aku dibonceng, dia menanyakan Bu Yanti ngikutin ga??kasihan ntar nyasar diaa, iiih segitu nya yaaa Pak Deden peduliin Bu Yanti". Kata Bu Ena.

Aku tak Paham apa Maksudnya Pak Deden? Dan apakah itu hal yang wajar Pak Deden meresahkan aku?

Aku harus putar balik nih. Jalan ini terlalu jauh. Jangan berfikir yang tidak tidak, aku harus putar balik ke suamiku, dan jadikan suamiku yang bisa membuat jantung degdegan, bukan Pak Deden tapi Pak Dadan.

Harus Putar balik.

Aku sebenarnya penasaran bagaimana perasaan Pak Deden padaku? yang pasti selama kuliah S2 berkesan dan semangat, sampai bisa lulus barengan teman kuliah. Dududuh. Aku Yakin Pak Deden Menghormatiku sebagai teman kuliah dan solidaritas yang tinggi sebagai teman kuliah. Nah Yanti. Putar balik yuuuk.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post