Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Olah raga Tradisional

Olah raga Tradisional

Olahraga Tradisonal

Olahraga tradisional merupakan permainan asli rakyat sebagai aset budaya bangsa yang memiliki unsur olah fisik tradisional. Permainan rakyat yang berkembang cukup lama ini perlu dilestarikan, karena selain sebagai olahraga hiburan, kesenangan, dan kebutuhan interaksi sosial, olahraga ini juga mempunyai potensi untuk meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya.

Olahraga tradisional semula tercipta dari permainan rakyat sebagai pengisi waktu luang. Karena permainan tersebut sangat menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang sangat besar, maka permainan tersebut semakin berkembang dan digemari oleh masyarakat sekitar. Permainan ini dilakukan dan digemari mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, sesuai dengan karakter permainan yang dipakai. Beberapa permainan rakyat yang sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dan menjadi olahraga tradisional adalah seperti egrang, terompah panjang, patok lele, gobak sodor (hadang), sumpitan, gebuk bantal, gasing, lari balok, tarik tambang, benteng, dagongan, panjat pohon pinang, sepak raga, lomba perahu, lompat batu nias, karapan sapi, dan lain-lain.

Macam-macam Olahraga Tradisional

1. Gobak Sodor

Mcam permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia yang pertama ialah gobak sodor. Sebelum melakukan permainan ini, para pemain terlebih dahulu harus membuat garis kotak-kotak yang nantinya akan menjadi daerah salah satu kelompok saat menjadi penjaga. Umumnya permainan ini dibagi menjadi dua kelompok, di mana setiap kelompok minimal berjumlah tiga orang. Satu kelompok bertugas sebagai penjaga kotak atau daerah tersebut, sementara kelompok lainnya yang disebut penyerang harus mampu melewati daerah tanpa bersentuhan dengan kelompok penjaga. Permainan ini akan semakin seru apabila penjaga berusaha untuk menangkap kelompok penyerang, sementara kelompok penyerang berusaha menghindarinya. Apabila penyerang bersentuhan dengan penjaga kotak, maka harus bergantian sebagai penjaga.

2. Egrang

Egrang merupakan permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu berukuran sama dengan panjang kira-kira 1,5 meter, berdiameter seukuran lengan orang dewasa dan di salah satu pangkalnya (sekitar 20–30 cm dari salah satu pangkal bambu) dilubangi untuk memasukkan potongan bambu selebar 20 cm sebagai tempat pijakan kaki. Permainan egrang disebut juga permainan orang dewasa karena permainan ini dulunya digunakan untuk sarana transportasi ke masjid. Namun, biasanya anak-anak juga menggunakannya dan tinggi bambu disesuaikan dengan tinggi si anak. Permainan egrang sering pula dilombakan, seperti lomba lari mulai dari garis awal hingga akhir dengan jarak 100-200 meter. Selain itu, permainan ini dilakukan dengan cara menendang kaki-kaki lawan untuk saling menjatuhkan dan yang jatuh berarti kalah. Permainan egrang merupakan permainan ketangkasan, di mana kedua bambu harus dipegang erat dalam posisi tegak, lalu salah satu kaki diangkat tepat mengenai bambu pendek tempat pijakan kaki dan kaki satunya ikut dianagkat. Keseimbangan juga sangat diperlukan dalam hal ini agar tidak jatuh.

Selain di Indonesia, egrang juga dikenal dan dimainkan di beberapa negara, seperti Belgia, Meksiko dan Nigeria. Di Belgia, egrang dijadikan mainan untuk bertarung antar dua kelompok yang saling menjatuhkan. Menurut legenda Belgia, pada abad ke-14, seorang raja, John dari Flanders yang kemudian menjadi maharaja di negara Namur memohon kepada masyarakat untuk tidak menggunakan alas kaki, menunggang kuda dan naik perahu atau kereta. Awalnya orang-orang kota tidak menyukai hal tersebut dengan sejumlah egrang yang muncul. Namun, setelah permainan egrang dapat membuat orang kota terhibur, sejumlah orang kota setuju dengan permohonan tersebut. Sejak saat itulah penduduk Namur memulai kebiasaan menggunakan egrang. Di Meksiko, egrang merupakan bagian dari tradisi Zaachila, di mana orang-orang akan menari di atas egrang. Sementara di Nigeria, egrang tidak lepas dari legenda Tuhan Moko yang berasal dari Kongo dan Nigeria. Dia digambarkan sebagai sosok laki-laki berperawakan sangat tinggi, berdiri di atas egrang dan melakukan aksinya yang tidak dapat dijelaskan dengan mata manusia biasa

3. Tarompah Panjang

Permainan tradisional terompah panjang dikenal pula sebagai alas kaki. Terompah panjang terbuat dari kayu yang ringan tetapi kuat. Berbentuk panjang seperti telapak kaki, lalu diberi tali lebih dari satu (jumlah tali disesuaikan dengan jumlah pemain) yang terbuat dari kulit atau karet. Permainan ini mengandalkan ketangkasan kaki dan kekompakan dari masing-masing peserta. Selain itu, permainan tradisional terompah panjang juga dapat melatih koordinasi anggota tubuh, melatih jiwa kepemimpinan, kesabaran dan kerja sama antar tim.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post