Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
JODOH DI AWAN

JODOH DI AWAN

Jodoh di awan

Berkali Rani tersenyum sendiri melihat update FB nya yang sudah banyak viewers.

Senyuman Rani berbeda dari biasanya. Kini senyumannya dikejutkan oleh teman FBnya DeAwan nama teman Dengan nama akun DeAwan membuatnya tersenyum. Sementara nama akun FB yang Rani gunakan adalah Rans.

Hampir dua bulan Rani chat dengan kawan DeAwan nya itu.

" Haha DeAwan ini lucu kirimin aku emoji love?!!! , apa maksudnya ini???, " Tanya Rani dalam hati.

Rupanya chatting kali ini membuat Rani berbunga - bunga. Rani dan DeAwan ga pernah bertemu, mereka hanya berbicara dengan jarinya masing - masing. Bahasa mereka seakan sudah kenal lama.

Baik Rani maupun DeAwan tidak tahu mengapa, ada rasa penasaran jika satu hari tidak saling chatting.

Satu kalimat indah yang sering Rani baca dari chatting bersama DeAwan adalah

" _Semakin kamu menyerahkan semua urusanmu kepada Allah, maka semakin tenang hatimu."_

Rani selalu mengingat kalimat tersebut. Dalam banget dan penuh makna, di setiap keluhan dan curahan hati Rani di chat FBnya selalu ada jawaban bersama De Awan, atau sebaliknya, saat DeAwan butuh curhat, Rani selalu membalas chatt yang menenangkan DeAwan.

Rani bekerja sebagai pengajar di SDIT. Kebetulan DeAwan sebenarnya sudah tugas sebagai pengajar SD di salah satu kota tak jauh dari SDIT Rani.

Rani maupun DeAwan saling mengenalkan diri saat chatting sebagai pengajar SDIT, hal ini lah yang membuat percakapan tulisan mereka berlanjut dan berlanjut, karena memiliki topik sama yaitu mengajar Anak / siswa SDIT. Profil Akun DeAwan adalah pemandangan awan dan rimba, sedangkan profil akun Rani adalah Bunga. Tentu saja mereka tidak saling kenal wajah Masing-masing. Anehnya, percakapan chatting mereka terus berlanjut setiap hari.

Kepala SDIT tempat Rani bekerja akan pindah ke kota lain. Rupanya kepindahan kepala sekolah di SDIT ini sudah biasa terjadi setiap 5 tahun sekali.

Tanpa sepengetahuan Rani, DeAwan diangkat sebagai KS Baru di SDIT tempat Rani bekerja.

Acara pisah sambut KS di SDIT meriah. Sambutan dari KS Baru SDIT tempat Rani bekerja mengatakan

" Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Dede Sutiawan. Saya Kepala sekolah yang baru. " Kata DeAwan.

Sambutan meriah guru dan karyawan SDIT itu sangat baik.

Dua minggu sudah DeAwan bekerja sebagai pimpinan SDIT ditempat Rani bekerja. Mereka tidak saling bicara, satu sama lain hanya saling chatting tanpa kenal muka.

Suatu hari, Rani menuliskan kalimat indah DeAwan dalam kertas warna pink miliknya,

" _Semakin kamu menyerahkan semua urusanmu kepada Allah, maka semakin tenang hatimu."_

lalu dia bawa serta ke kelasnya dan dia mengajar di kelas 4 SDIT itu menggunakan kalimat tersebut sebagai media ajarnya. Tepat saat Rani mengajar menggunakan media kalimat itu, Rani sedang mempunyai jadwal supervisi dan diamati oleh KS baru alias Pak Dede Sutiawan.

Sontak pak KS baru itu tertegun dan terus matanya menatap Bu guru cantik Rani.

Pandangan Pak Dede Sutiawan itu tak berkedip seakan tak percaya bahwa yang dihadapannya adalah teman chatting nya selama ini yaitu Rans.

Tak menunggu lama setelah bubar sekolah saat bel pulang berbunyi, pak KS meminta Bu guru Rani datang ke ruangannya.

" Assalamu'alaikum Pak KS?," Salam Rani depan pintu kantor kepala SDIT

" Waalaikumsalam Rans , apakabar? Alhamdulillah akhirnya aku bisa menemukan kamu di sini. Kamu tentu tahu kalimat ini _Semakin kamu menyerahkan semua urusanmu kepada Allah, maka semakin tenang hatimu " Jawab DeAwan.

Tentu saja Rani terkejut, mata indahnya tak berkedip memandang pak KS dihadapan.

" Pak, apakah anda DeAwan?, " Tanya Rani.

" Ya, aku adalah DeAwan, dan kalimat media belajar kamu tadi adalah kalimat aku". Jawab DeAwan.

Rani tak menjawab, dia hanya tersipu malu memegangi gulungan kertas pink miliknya yang berisi kalimat

" _Semakin kamu menyerahkan semua urusanmu kepada Allah, maka semakin tenang hatimu."_

Mereka saling pandang sesaat lalu saling menunduk, rasa malu bercampur bahagia itu yang dirasakan RaniRani dan DeAwan.

" Maaf Pak, sebenarnya saya sedang kangen dengan DeAwan, makanya saya menggunakan kata kata DeAwan untuk mengusir rasa rindu saya, " Jawab Rani.

" Tidak apa - apa jika kalimat ku sangat bermanfaat sebagai media belajar, lagi pula aku sangat bahagia. Akhirnya kamu tahu namaku Dede Sutiawan, dan akhirnya aku tahu namamu adalah Rani, " Kata DeAwan.

Rani tak menjawab, dia hanya senyum bahagia melihat teman chatting di awan yang dirindukannya itu, ada dihadapannya.

" Boleh aku antar kamu pulang? Sekalian akan meminangmu untuk menjadi pendamping hidupku. " Tanya DeAwan.

" Saya yakin DeAwan takdirnya Rans, " Jawab Rani dengan senyuman.

Itulah jodoh di awan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post