Program sekolah dan manajemen resikonya.
Setiap program yang berpihak pada murid beresiko dan perlu penanganan khusus, dalam mewujudkan program sekolah.
Pembelajaran abad 21 , menantang pendidik dan praktisi pendidikan untuk mengembangkan karakter STEM yang mendahulukan project base learning, sehingga murid well being dan active dalam pembelajaran. Karakteristik STEM dan adanya pengembangan murid melalui persiapan pelaksanaan AKM memberikan merdeka belajar dan tidak menjadi bebab atau stress berkepanjangan kepada murid calon peserta AKM.
Kepemimpinan pada murid artinya murid mengambil peran aktif dalam pendidikan merekaa dan mengembangkan keterampilan positif dalam prosese tersebut.
Program sekolah yang berorientasi pada kepemimpinan murid dapatm melahirkan dan menumbuhkembangkan budaya kepemimpinan, sikap
kolaboratif, rasa tanggung jawab, sikap peduli, dan rasa percaya diria dalam diri murid. Atau menumbuhkan sikap positif, student leadership dapat menumbuhkan keterampilan berkomunikasi dan memiliki keterampilan manajerial yang dapat dimanfaatkan untuk komunitas yang lebih luas dimasa yang akan datang.
Risiko merupakan sesuatu yang memiliki dampak terhadap pencapaian tujuan organisasi. beberapa tipe risiko di lembaga pendidikan, meliputi:
1. Risiko Strategis, merupakan risiko yang berpengaruh terhadap
organisasi mdata:text/mce-internal,content%5B%5D%5Btext%5D,kemampuanencapai tujuan
2. Risiko Keuangan, merupakan risiko yang mungkin akan berakibat
berkurangnya aset
3. Risiko operasional, merupakan risiko yang berdampak pada kelangsunganr Poses manajemen
4. Risiko pemenuhan, merupakan risiko yang berdampak pada kemampuan p roses dan prosuderal internal untuk memenuhi hukum dan peraturan yang berlaku
5. Risiko Reputasi, merupakan risiko yang berdampak pada reputasi dan mereke lembaga. (Princewatercoper, 2003)
Pada akhirnya perubahan-perubahan yang dilakukan sekolah akan menimbulkansuatu risiko, namun tidak melakukan perubahan pun merupakan sebuah risiko oleh karena itu setiap sekolah harus mengidentifikasi risiko dan merencanakane Pngelolaannya. Apabila semua sekolah dapat menerapkan manajemen risiko maka
setiap kerugian akan dapat diminimalisir. Adapun tahapan manajemen risiko adalah sebagai berikut :
a. Identifikasi jenis risiko,
b. pengukuran risiko,
c. melakukan strategi dalam pengendalian risiko
d. melakukan evaluasi terus-menerus, maju dan berkelanjutan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
