Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Remedial itu menjatuhkan mental

Remedial itu menjatuhkan mental

Setiap ujian tulis pasti ada kategori nilai rendah, sedang dan tinggi. Pada kurikulum manapun penggunaan remedial cukup ampuh untuk pengembangan dan memperoleh nilai yang diinginkan sesuai tujuan pembelajaran.

Tidak disangka, kebiasaan guru/ pendidik yang memberlakukan remedial bisa menjatuhkan mental siswanya. Apalagi jika nama siswa dipasang di papan pengumuman yang ikut remedial, sudah dipastikan data nilai dibawah bahkan nol.

Siswa bukannya tambah semangat belajar, tapi mendapatkan malu berat didepan teman temannya untuk mengulang pelajaran. Tabu lah sudah, kata remedial. Seyogyanya tidak dipergunakan lagi oleh guru dalam membimbing siswa mengantarkan menuju kedewasaan dan cita mulia siswa.

Daripada memberi malu siswa mendingan memberikan harapan siswa, melalui proses pembelajaran menarik dan model pembelajaran yang segar menantang siswa untuk berfikir kritis dan kreatif dalam mengembangkan potensinya selama pembelajaran.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post