Persilangan Dihibrid
Persilangan dihibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda dalam dua pasang sifat atau gen. Sifat-sifat tersebut biasanya diwakili oleh dua pasang alel yang berbeda, misalnya sifat warna biji (kuning atau hijau) dan bentuk biji (halus atau berbulu) pada tanaman kacang ercis.
Contoh klasik persilangan dihibrid adalah eksperimen Gregor Mendel dengan tanaman kacang ercis (Pisum sativum), yang mempelajari sifat-sifat seperti warna dan bentuk biji. Dalam persilangan dihibrid, kita mengamati hasil persilangan dari dua individu yang masing-masing memiliki genotipe yang berbeda untuk dua sifat tersebut.
Jika kita melibatkan dua individu dengan genotipe heterozigot untuk kedua sifat (misalnya AaBb x AaBb), hasil persilangannya akan membentuk rasio fenotip yang khas, yaitu sekitar 9:3:3:1, di mana:
9 menunjukkan individu dengan dua sifat dominan, 3 menunjukkan individu dengan satu sifat dominan dan satu sifat resesif, 3 menunjukkan individu dengan satu sifat resesif dan satu sifat dominan, 1 menunjukkan individu dengan dua sifat resesif.Penting untuk dicatat bahwa persilangan dihibrid melibatkan dua sifat yang diwariskan secara terpisah dan mengikuti hukum pewarisan Mendel.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
