Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Atasi stunting dg makan bergizi

Atasi stunting dg makan bergizi

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari kehamilan hingga usia 2 tahun). Berikut adalah ciri-ciri stunting pada anak:

Ciri-ciri Fisik Stunting: Tinggi badan lebih pendek dari anak seusianya (pertumbuhan terhambat). Proporsi tubuh normal, tapi tampak lebih kecil atau pendek. Berat badan rendah untuk usianya. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya. Pertumbuhan gigi terlambat.Ciri-ciri Perkembangan dan Kognitif: Keterlambatan perkembangan motorik, seperti lambat berjalan atau berbicara. Kesulitan konsentrasi dan prestasi belajar yang rendah. Anak tampak kurang aktif atau mudah lelah. ✅ Ciri-ciri Kesehatan Umum: Mudah sakit, imunitas tubuh rendah. Sering mengalami infeksi, seperti diare atau ISPA. ⚠️ Catatan Penting: Stunting tidak selalu langsung terlihat, jadi penting untuk melakukan pengukuran rutin berat dan tinggi badan berdasarkan usia. Diagnosis pasti biasanya dilakukan oleh tenaga medis dengan menggunakan kurva pertumbuhan WHO. Mengatasi stunting memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup asupan gizi, kesehatan, pola asuh, dan sanitasi. Berikut adalah langkah-langkah mengatasi stunting, terutama pada anak usia di bawah 2 tahun

✅ 1. Perbaiki Asupan Gizi Anak

🍼 a. Gizi Seimbang

ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan.

Mulai usia 6 bulan ke atas, berikan MPASI bergizi tinggi:

Sumber protein hewani: telur, ikan, ayam, hati.

Karbohidrat: nasi, kentang, ubi.

Lemak sehat: minyak kelapa, keju, alpukat.

Sayuran & buah-buahan segar.

💊 b. Suplemen jika diperlukan

Zat besi, vitamin A, dan zinc dari puskesmas/dokter.

Tambahkan makanan tinggi kalsium & vitamin D untuk pertumbuhan tulang.

Baik! Berikut ini panduan cara mendeteksi stunting secara mandiri di rumah menggunakan kurva pertumbuhan WHO dan alat sederhana:

📏 1. Ukur Tinggi dan Berat Badan Anak

Gunakan alat ukur tinggi badan (stadiometer) atau meteran yang ditempel di dinding.

Gunakan timbangan digital untuk akurasi berat badan.

Catat hasilnya.

📅 2. Ketahui Umur Anak Secara Tepat

Pastikan usia anak dicatat dalam bulan, misalnya 18 bulan, bukan hanya 1,5 tahun.

Ini penting agar data bisa dicocokkan dengan grafiik

📊 3. Bandingkan dengan Kurva Pertumbuhan WHO

Gunakan kurva pertumbuhan WHO untuk:

TB/U: Tinggi Badan menurut Umur (indikator utama stunting).

BB/U: Berat Badan menurut Umur.

BB/TB: Berat Badan menurut Tinggi Badan.

🟠 4. Interpretasi Sederhana (TB/U):

Normal: z-score ≥ -2

Pendek: z-score < -2

Sangat pendek (stunting berat): z-score < -3

> Jika tinggi badan anak berada di bawah garis -2 SD (standard deviation) pada grafik, itu pertanda anak berisiko stunting.

❗Contoh Kasus Sederhana:

Anak perempuan usia 18 bulan, tinggi badan 74 cm.

Menurut grafik WHO, standar rata-rata tinggi badan usia 18 bulan adalah sekitar 80 cm.

Jika tinggi anak hanya 74 cm, berarti ia berada di bawah -2 SD → berisiko stunting.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post