Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cara menilai. Kebersihan kelas

Cara menilai. Kebersihan kelas

Menilai kebersihan kelas bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa kriteria yang jelas dan terukur. Berikut adalah cara menilai kebersihan kelas secara sistematis:

✅ 1. Kriteria Penilaian Kebersihan Kelas

Berikut adalah contoh aspek yang dinilai, beserta indikatornya

Aspek Indikator Penilaian

Lantai Tidak ada debu, sampah, atau noda

Meja & Kursi Tersusun rapi, bebas debu

Papan Tulis Bersih, tidak penuh coretan lama

Dinding & Jendela Tidak ada coretan, bebas sarang laba-laba

Tempat Sampah Ada, tidak penuh, tertutup

Sudut-sudut Kelas Bersih, tidak berdebu atau kotor

Sirkulasi Udara & Pencahayaan Jendela terbuka, ventilasi lancar

Lemari / Rak Buku (jika ada) Rapi, tidak berantakan

Tanaman Kelas (jika ada) Terawat, tidak lay

📝 2. Skor Penilaian (Contoh Skala 1–4)

Skor Deskripsi

4 Sangat bersih & rapi

3 Cukup bersih, ada sedikit kekurangan

2 Kurang bersih, perlu perbaikan

1 Kotor

📊 3. Format Penilaian (Contoh Tabel)

No Aspek Skor (1–4) Catatan

1 Lantai 4 Bersih menyeluruh

2 Meja & Kursi 3 Sedikit berdebu

3 Papan Tulis 4 Bersih

4 Tempat Sampah 2 Sampah menumpuk

Total nilai kemudian dijumlahkan, bisa dibuat dalam bentuk persentase atau peringkat kelas.

🎯 Tips Penilaian yang Adil:

Lakukan penilaian secara rutin (harian/mingguan).

Gunakan checklist yang sama untuk semua kelas.

Libatkan siswa dalam menjaga dan mengevaluasi kebersihan.

Berikan apresiasi kepada kelas yang konsisten bersih.

Membuat baju adat daerah dari sampah non organik biasanya disebut sebagai "busana daur ulang" atau "baju adat dari bahan daur ulang". Istilah lainnya yang juga sering digunakan adalah:

Kreasi busana daur ulang Kostum daur ulang Baju adat berbahan limbah non-organik Fashion daur ulang (recycle fashion)

Jika konteksnya lomba atau kegiatan edukatif, kadang juga disebut "kostum daur ulang bertema budaya" atau "baju adat kreatif dari sampah".

Bahan non-organik yang digunakan bisa berupa plastik, bungkus makanan, kertas, botol bekas, dan sebagainya — yang disulap menjadi baju dengan desain khas dari suatu daerah. Tujuannya biasanya untuk menggabungkan pelestarian budaya dengan kepedulian lingkungan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post