Deep learning grow mind set dan kokurikuler
Notulen
Ibu Dr. Nenden Hasanah Robiatul Awaliah, M. Pd. dari BBGTK
Apa pembelajaran Mendalam? Menurut
Bu widya dan bu Ririn
Berkesadaran dan bergembira
Grow mind set
tindakan dan hasil Contohnya
Ada yang baru maka harus pelajari. Ada tantangan maka berusaha lagi walau gagal.
Kritik dapat di terima. Pola fikir merupakan cara berfikir dan melihat dan ada solusinya.
Grow mind set ada pujian pribadi dan pujian proses. Terbentuk pada muridnya. Ternyata kalau proses harus ada pujian.
Pola fikir bertumbuh menjadi ruhnya dan berfikir tingkat tinggi masih low, sehingga mencontoh yang baik.
Modul 2 ada gambar suasana kelas deep learning.
Dari Pak Farhan sr 04 siswa harus dapat berkolaborasi dengan siswa lainnya.
Strategi menurut Ibu Nenden
Harus ada olah hati, olah rasa, olah raga dan olah fikir. Murid dalam dirinya ada rasa gembira dengan pertanyaan pemantik dan terbiasa aktif tidak malu bertanya dan ada di rencana pembelajaran mendalam.
Kedisiplinan dan menjaga di sekolah dan prinsipnya berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Ada 4 : 1. 8 DPL, 2. Pembelajaran dan identitas 3. Pengalaman belajar dengan memahami mengaplikasi dan merefleksi. 4. Kerangka pembelajaran, praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar.
Kreativitas siswa perlu dikembangkan dan kerja sama antar murid.
Contoh pembelajaran : pembelajaran hemat listrik maka ada lampu menyala dan tidak hemat listrik. Berdasarkan hal tersebut maka tidak benar jika masih dibiarkan karena guru masih tidak menyadari akan tidak hemat listrik.
Bermakna : murid dapat merasa dihargai.
Model pembelajaran bisa dengan PJBL, Inquiry,STEM.
Berkesadaran merupakan pembelajaran sepanjang hayat. Guru dapat menjelaskan dan memberikan pembelajaran sepanjang hayat.
Sebelumnya diferensiasi masih dapat digunakan dan berikan prestasi murid dan penghargaan.
Memberikan ruang pada murid sesuai dengan minat dan bakat siswa.
Pembelajaran mendalam menggunakan sTaksonomy SOLO Stucture of Observed Learning Out Comes
Pondasi pemahamannya maka guru menjelaskan dan murid mengamati video.
Guru baik adalah yang menguasai kelas.
Murid mengalami pengalaman nyata.
Assesmen ada formatif dan sumatif. Dengan mengembangkan soal HOTS.
Modul 4 ada assesment peserta menganalisis soal dan kelompok kerja bersama membandingkan Assesmen A dan Assesment B ada grafik, dan ada yang hanya menjelaskan. Dengan literasi dan numerasi lebih berfikir kritis, menggunakan soal yang lebih memahami dan lebih berproses pada kegiatan.
Refleksi dengan pemberian emoji sedih, bahagia.
Teknik umpan balik ada apresiasi. “ ini sudah baguus rangkaian listriknya, jsilahkan presentasikan. “
Pertanyaan dari Pak Bubun : Bagaimana memberikan prinsip menggembirakan pada murid?
Apakah ice breaking efektif?
Jawaban Ibu Nenden : bisa dari Quiziz, dari hal yang mudah.
Pertanyaan dari Bu Ela
Bagaimna implementasi dari Berkesadaran bermakna dan menggembirakan ?
Jawaban: murid dapat paham dengan Quiz dan mengerjakan rubrik LK dan lembar observasi.
Bermakna : memahami dan simulasi yang menggembirakan melalui ice breaking.
Pertanyaan Ibu Ririn Apakah perangkat harus semuanya ada?
Jawaban : Sesuai permendikdasmen no 13 tahun 2025 harus lengkap.
Pertanyaan Bu Rukoyah : Bagaimana murid belajar dalam lingkungannya kokurikuler tiap mata pelajaran berbeda?
Jawaban : di sekolah sudah di bagi bagi maka harus diintegrasikan 4 kerangka pembelajaran.
Modul 6
Bu Efi SMPN 4 Cimenyan
Mempresentasikan RPPM dalam pembelajaran IPA
Bu Efi menggunakan kolaborasi dengan puskesmas. Materi IPA diberikan pada sistem pencernaan. Nutrisi pada pencernaan manusia melalui gambar digitalisasi.
Memahami dan mengaplikasi dan merefleksikan gaya hidup sehat.
Rubrik penilaian
Pak Nana Supriatna, S. Pd., M. M. Pd.
Fokus di DPL dapat disasar di intrakurikuler, kokurikuler dan ada 6 kompetensi global. Berfikir kritis mampu bergerak pada kondisi global.
Yang benar adalah 8334. Pengalaman belajar : pahami konsepnya dan aplikasikan. Dalam praktek dapat menumbuhkan konsep yang baru.
Pengalaman belajar adalah pahami pengetahuan esensial yaitu pengetahuan yang penting yaitu dalam capaian Pembelajaran.
CP : kompetensi yang akan di capai dalam satu fase.
Komponen CP : Rasional, tujuan mata pelajaran dan elemen.
Ada materi yang disederhanakan dan ada pengetahuan aplikasi.
Contoh :
Materi kelas 7 hakekat aplikasi dari hakekat kehidupan harus bermakna bagi murid.
Profil lulusan jadi 8 agar lebih rasional.
Nilai karakter murid harus dipahami.
Konsep, aplikasi dan nilai karakter. Dipraktekkan agar lebih mendalam. Sedikit ilmu tapi mendalam. Misalnya dokter spesialis.
Sedikit Ilmu tapi mendalam sehingga CP dikurangi.
Taksonomi Bloom
C1 mengingat
C2 memahami
C3 analisis
C4 aplikasi
C5 evaluasi
C6 mencipta
Teori taksonomi SOLO
Harus menganalisi CP
Kompetensi
Ruang lingkup materi
Pengetahuan esensial
Pengetahuan aplikasi
Pengetahuan konsep
TP ada 20 misalnya urutkan dari mudah ke sulit.
ATP = urutan capaian pembelajaran dari mudah ke sulit menjadi satu fase.
Bangun rancang rencana Pembelajaran Mendalam
menentukan kerangka pembelajaran
Praktik pedagogis
Kemitraan
Lingkungan belajar
Pemanfaatan Digital
Aplikasi ini perlu pengalaman belajaran
Ciri khas belajar adalah kesadaran
Merancang tahapan dalam pembelajaran
Assesment.
Pada formatif dan sumatif
Perbedaan assesment lebih of learning di K13
Kurikulum merdeka pada proses pembelajaran.
Pembelajaran mendalam ada assesment awal pembelajaran untuk mengetahui awal murid.
Murid harus ada pretes. Kemampuan awal sebelum masuk ke materi.
Pilih dimensi yang dekat dengan tujuan
Desain pembelajaran menentukan tujuan
Kompetensi dan konten gabungkan jadi ATP.
Pengalaman belajar dan sama sama mencoba membuat ATP.
TBC
Kurang terampil KUTIL
Bisanya sibuk mengeluh BISUL
Kurang rapih KURAP
membuka AI
Buka dengan email id google crome buka titik sembilan
Buka google dok, jangan terkecoh dengan tambah disudut atas ada tulisan tool pilih bahasa Indonesia
Dimikropon klik dua kali
Kalo berubah warna dan silahkan ngomong apa saja sesuai dengan yang di minta.
Bacakan template menyusun ATP.
Gemini juga bisa digunakan
Bolehkah mengetahui tanaman?
Jeruk apakah dikotil atau monokotil?
Meningkatkan skill dibidang pendisikan dan pengajar profesional.
Ramah
Idealis
Galak
Edukasi dan praktis
Mudah dipahami guru dan SMP
Jangan terlalu panjang lengkap dan jelas
Tujuan pembelajaran
Menyusun tujuan pembelajaran mendalam fase D yang ada kompetensi dan konten.
Menganalisis sistem organisasi kehidupan serta fungsi.
Bisakah membantu saya
Tujuan pembelajaran
Fase D
Kompetensinya
Konten
Tujuan pembelajaran
Ibu Soffie, S. Pd.
Kokurikuler tentang TRAANSFORMASI PEMBELAJARAN penyusunan modul kokurikuler
Kegiatan kokurikuler berlangsung di luar kelas namun tetap melengkapi kurikulum akademik. Contoh kegiatan kokurikuler meliputi: Klub Matematika, Klub Menulis, Klub Catur, Band, Pameran Sains, dan OSIS.
Pembelajaran komunikatif antar disiplin ilmu
Misalnya IPA, matematika dan Bahasa Indonesia
Kebiasaan tujuh kebiasaan Indonesia hebat
Isi modul
Identitas
Jenis kegiatan Kokurikuler
Tema / topik
DPL
Tujuan Pembelajaran
Praktik pedagogik
Lingkungan pembelajaran
Kemitraan
Assesmet
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
