Hukum Mendel
Bunyi Hukum Mendel dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Hukum Mendel I (Hukum Segregasi / Pemisahan Gen)Bunyi:
"Setiap individu memiliki sepasang gen untuk setiap sifat, dan pasangan gen tersebut akan dipisahkan secara acak ke dalam gamet-gamet selama proses pembentukan gamet (meiosis), sehingga setiap gamet hanya membawa satu gen dari pasangan gen tersebut."
Contoh: Jika tanaman kacang memiliki genotipe Aa (A = tinggi, a = pendek), maka saat pembentukan gamet, akan terbentuk dua jenis gamet yaitu A dan a.
2. Hukum Mendel II (Hukum Asortasi Bebas / Pengelompokan Bebas)Bunyi:
"Gen-gen untuk sifat yang berbeda akan diwariskan secara bebas satu sama lain ke dalam gamet, asalkan gen-gen tersebut terletak pada kromosom yang berbeda."
Contoh: Jika tanaman memiliki genotipe AaBb, maka gen A/a dan B/b akan bersegregasi secara bebas, sehingga gamet-gamet yang mungkin terbentuk adalah AB, Ab, aB, ab.
Kedua hukum ini ditemukan oleh Gregor Johann Mendel, bapak genetika, melalui eksperimen dengan kacang ercis (Pisum sativum) pada pertengahan abad ke-19.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
