Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional adalah pemanfaatan makhluk hidup (seperti mikroorganisme) untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia tanpa menggunakan rekayasa genetika modern. Proses ini biasanya melibatkan fermentasi tradisional.

Berikut beberapa contoh bioteknologi konvensional beserta nama ragi (mikroorganisme) yang digunakan:

Produk / Proses Contoh Bioteknologi Konvensional Nama Ragi / Mikroorganisme yang Digunakan Tape (singkong atau beras ketan) Fermentasi karbohidrat menjadi alkohol dan asam organik Saccharomyces cerevisiae dan Amylomyces rouxii Tempe Fermentasi kedelai untuk meningkatkan kandungan gizi Rhizopus oligosporus Kecap Fermentasi kedelai dan gandum Aspergillus oryzae, Zygosaccharomyces rouxii Yoghurt Fermentasi susu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus Roti Fermentasi adonan tepung untuk menghasilkan gas CO₂ agar mengembang Saccharomyces cerevisiae Bir / Anggur Fermentasi gula dari malt atau buah menjadi alkohol Saccharomyces cerevisiae atau Saccharomyces ellipsoideus

Jadi, salah satu contoh paling umum adalah:

Roti — menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae.

Fermentasi merupakan katakunci dalam bioteknologi konvensional.😊

Berikut penjelasan mekanisme fermentasi pada dua contoh bioteknologi konvensional — tape dan roti, dengan fokus pada bagaimana ragi bekerja:

🌾 1. Fermentasi Tape (Singkong atau Beras Ketan) 🔬 Mikroorganisme yang terlibat: Ragi tape berisi campuran mikroorganisme, terutama: Saccharomyces cerevisiae (ragi) Amylomyces rouxii (kapang) Kadang ada Candida sp. dan Mucor sp. ⚙️ Mekanisme fermentasi:

Pencernaan pati (amilum)

Singkong atau beras ketan mengandung banyak pati. Amylomyces rouxii menghasilkan enzim amilase yang memecah pati menjadi glukosa.

Fermentasi glukosa menjadi alkohol dan asam

Saccharomyces cerevisiae menggunakan glukosa untuk respirasi anaerob, menghasilkan: {Glukosa} menghasilkan {Etanol (alkohol)} + {CO₂} + {energi} Hasil akhirnya: Tape jadi lembek, manis, sedikit berair, dan beraroma alkohol ringan. Alkohol dan gas yang dihasilkan juga membantu memberi tekstur lembut. 🍞 2. Fermentasi Roti 🔬 Mikroorganisme yang digunakan: Ragi roti: Saccharomyces cerevisiae ⚙️ Mekanisme fermentasi:

Pati diubah menjadi gula sederhana

Enzim dari tepung dan ragi memecah pati menjadi maltosa dan glukosa.

Fermentasi gula menjadi gas dan alkohol

Saccharomyces cerevisiae melakukan fermentasi anaerob: {Glukosa} menghasilkan {Etanol} + {CO₂} + {energi} Etanol sebagian besar menguap saat roti dipanggang. Hasil akhirnya: Roti jadi empuk, berpori, dan harum, karena kombinasi gas, panas, dan senyawa aromatik hasil fermentasi. 🧠 Kesimpulan singkat: Produk Mikroorganisme utama Zat yang diubah Hasil utama Ciri khas Tape Saccharomyces cerevisiae, Amylomyces rouxii Pati → Gula → Alkohol + Asam Alkohol, asam organik Manis-asam, lembek Roti Saccharomyces cerevisiae Gula → Alkohol + CO₂ Gas CO₂ Mengembang, empuk

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post