Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Cara membuat tape ketan

Cara membuat tape ketan

Tape ketan adalah makanan fermentasi tradisional Indonesia yang terbuat dari beras ketan (putih atau hitam) yang difermentasi dengan ragi tape. Rasanya manis, sedikit asam, dan memiliki aroma khas. Berikut ini adalah cara membuat tape ketan secara tradisional:

📝 Bahan-bahan: 1 kg beras ketan (putih atau hitam) 1 butir ragi tape (sekitar 5–7 gram), haluskan Air matang secukupnya untuk mengukus dan membasahi ketan 🔪 Alat yang diperlukan: Kukusan Tampah atau wadah lebar Daun pisang atau wadah tertutup untuk fermentasi Kain bersih 🔥 Langkah-langkah: 1. Cuci dan rendam ketan Cuci bersih beras ketan sampai airnya jernih. Rendam selama minimal 6 jam atau semalaman agar lebih pulen. 2. Kukus ketan Kukus ketan selama sekitar 30 menit. Setelah setengah matang, angkat, siram dengan air panas matang secukupnya (untuk membantu ketan matang merata). Kukus kembali sampai ketan benar-benar matang dan pulen. 3. Dinginkan ketan Setelah matang, ratakan ketan di tampah atau nampan, biarkan dingin hingga benar-benar suhu ruang. Ini penting agar ragi tidak mati. 4. Taburkan ragi Setelah ketan dingin, taburkan ragi tape yang sudah dihaluskan secara merata sambil diaduk perlahan. Jangan terlalu banyak, karena bisa membuat tape jadi asam berlebihan. 5. Fermentasi Masukkan ketan yang sudah diberi ragi ke dalam wadah bersih (bisa dibungkus daun pisang atau ditaruh di toples/wadah tertutup). Tutup rapat dan simpan di tempat hangat selama 2–3 hari. 6. Tape ketan siap disajikan Setelah 2–3 hari, ketan akan berubah menjadi manis dan sedikit berair (hasil fermentasi). Tape siap disantap! 💡 Tips tambahan: Pastikan semua peralatan bersih dan kering agar fermentasi berhasil. Jangan terlalu banyak ragi agar tidak cepat asam. Tape bisa disimpan di kulkas setelah jadi, agar fermentasi tidak berlanjut terlalu jauh.
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post