Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Getaran dan gelombang

Getaran dan gelombang

Ketika kamu memegang tenggorokan kamu saat kamu teriak, mengapa terasa getarannya?

Apalagi saat kamu nonton konser musik maka ikut bergetar pula panggung akibat suara drum di talu.

Hal itu adalah resonansi. Gejala ikut bergetarnya benda akibat suara atau getaran.

Satu getaran berlaku satu puncak dan satu lembah.

Dalam gelombang terdapat dua macam yaitu gelombang longitudinal dan gelombang transversal.

Perbedaan antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal terletak pada arah getaran partikel medium terhadap arah perambatan gelombang. Berikut penjelasan lengkapnya 👇

Aspek Gelombang Transversal Gelombang Longitudinal

Arah getaran partikel Tegak lurus terhadap arah rambat gelombang Sejajar dengan arah rambat gelombang

Bentuk gelombang Memiliki puncak dan lembah Memiliki rapatan dan regangan

Contoh dalam kehidupan sehari-hari Gelombang pada tali, gelombang cahaya, gelombang permukaan air Gelombang suara di udara, gelombang pada pegas (slinky)

Medium perambatan Dapat merambat di padat dan permukaan cair (tidak di gas) Dapat merambat di padat, cair, dan gas

Visualisasi sederhana Gerakan naik-turun tali saat digetarkan ke samping Gerakan maju-mundur pegas saat didorong dan ditarik

🔹 Contoh ilustrasi sederhana:

Jika kamu menggoyangkan ujung tali ke atas dan ke bawah → gelombangnya transversal.

Jika kamu mendorong dan menarik pegas maju-mundur → gelombangnya longitudinal.

Sering digunakan slinki untuk menentukan gelombang suatu benda.

Cara melihat "puncak": Pada gelombang longitudinal, tidak ada puncak dan lembah yang terlihat seperti gelombang transversal. Sebagai gantinya, Anda akan melihat rapatan (daerah di mana lilitan slinki sangat rapat) dan regangan (daerah di mana lilitan slinki merenggang). Rapatan ini setara dengan puncak gelombang pada gelombang transversal, sedangkan regangan setara dengan lembahnya

Untuk Gelombang Transversal

Gelombang transversal dihasilkan dengan cara menggerakkan ujung slinki ke atas dan ke bawah atau kiri dan kanan secara berulang (tegak lurus terhadap arah rambat gelombang).

Cara melihat puncak: Puncak gelombang akan terlihat sebagai titik tertinggi atau simpangan maksimum dari posisi setimbang slinki saat gelombang merambat. Anda akan melihat bagian slinki yang terangkat paling jauh dari garis tengah (posisi diamnya).

Untuk Gelombang Longitudinal

Gelombang longitudinal dihasilkan dengan cara memberikan usikan berupa dorongan dan tarikan pada ujung slinki secara berulang (sejajar dengan arah rambat gelombang).

Cara melihat "puncak": Pada gelombang longitudinal, tidak ada puncak dan lembah yang terlihat seperti gelombang transversal. Sebagai gantinya, Anda akan melihat rapatan (daerah di mana lilitan slinki sangat rapat) dan regangan (daerah di mana lilitan slinki merenggang). Rapatan ini setara dengan puncak gelombang pada gelombang transversal, sedangkan regangan setara dengan lembahnya.

Kesimpulannya:

Untuk melihat puncak (atau yang setara dengan puncak) dari slinki, Anda harus mengamatinya saat slinki diberi usikan.

Pada gerakan naik-turun/kiri-kanan, puncaknya adalah titik tertinggi.

Pada gerakan maju-mundur, puncaknya adalah area rapatan (lilitan terpadat).

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post