Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengapa harus MGMP?

Mengapa harus MGMP?

NOTULEN PENGUATAN MGMP DALAM KOMBEL

SENIN, 24 NOVEMBER 2025

YEL YEL

PAK KOMAR

PERMEN HARUS SAMPAI PADA HUKUM ham

Kepmen harus dengan Menteri

SE tentang hari belajar guru

Hari belajar guru harus mengingat pentingnya hari belajar Guru dan kepala sekolah pada hari kerja. PKB menjadi Pengembangan Berkompetensi Berkelanjutan.

Guru yang diberi penugasan perlu penjadwalan dan pada hari yang disepakati Bersama kombel sekolah. Dalam seminggu sekali MGMP di sekolah dibiayai BOS tapi belum sama dengan inspektorat. Berdampak pada kompetensi guru dan murid.

Satu kali dalam seminggu durasi minimal 40 menit.

Pkb dilaksanakan 20 % dan 70 % dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran, di kelompok kerja level sekolah, antar sekolah dan 10 % di UPT atau kelompok Kerja/ Lembaga.

Pelatihannya mengubah skema.

Permendikdas 21 tahun 2025.

KONSEP KOMUNITAS BELAJAR.

Forum belajar terkordinasi mengembangan kompetensi, berbagi pengetahuan dan pemngalaman. Bawa langsung penmgalaman sehari-hari.

Komunitas be;lajar = pendidik dalam komunitas Bersama dalam meningkatkan kompetensi pendidik membangun budaya belajar, lebih kepada dampaknya.

KOmbel focus penyelesaian masalah, dominasi tentang murid. PLC professional Learning Community. Ramah guru belajar di komunitas aktif. Setiap sekolah memiliki kombel sekolah. Mengubah budaya kerja terisolasi dalam hal penggabungan.

Ragam aktivitas : diskusi RPP, pola lesson study.

Antar sekolah :

Pertemuan secara rutin , mendiskusikan berbagai masalah pembelajaran.

Coordinator hanya 3 rombel untuk kokurikuler.

Komunitas belajar daring di ruang GTK.

1. Focus pada pembelajaran

2. Membudayakan KOLABORASI belajar

3. Orientasi pada hasil

IDE 1 AHA MOMENT ADALAH JOYFUL

Ketika mengajar sudah powerful sudah tidak perlu. Ice breaking hanya suplemen dalam joyful.

IDE 2 KOLABORASI pola super man diubah menjadi super tim

Kolaborasi tanggungjawab semua menciptakan susanan belajar Bersama.

IDE 3 Orientasi pada hasil

Prioritaskan dan buatkan rencana, implementasi dan evaluasi

Tahapannya ada 5 :

1) bentuk tim kecil berdasarkan kemampuan dan kemauan

2) membuat komitmen bersama

3) menciptakan ling ramah guru

4) memasukan belajar efektif

5) belajar Bersama dan berbagi praktik baik

KOMBEL berpusat pada pembelajaran murid dan berpusat pada kompetensi.

PAK RUSLAN

Literasi dan Numerasi

Pengembangan literasi untuk membaca dan murid yang belum dapat membaca , dilemma bagi guru terinspirasi dari masalah dan pendekatan yang humanis dan persuasive. Di sisi lain harus focus pada murid dengan penambahan tugas. Namun dilemma bagi murid harus tetap dilakukan dengan menangani dengan baik. Sharing telaten dan harus edukatif penanganannya

Numerasi : kemampuan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Berfikir dan bernalar kritis dalam memecahkan kalkulasi permasalahan kehidupan sehari-hari.

PAK WAWAN

SOAL HOTS

Memerlukan keragaman

Untuk kepentingan penilaian tingkat nasional, dengan prinsip bermanfaat dan sederhana, Pusat Penilaian Pendidikan mengkategorikan proses berpikir menjadi 3 level kognitif, yakni : a. Level 1 (Pengetahuan dan Pemahaman) mengukur kemampuan untuk mengingat dan memahami pengetahuan yang telah dipelajari. b. Level 2 (Aplikasi) mengukur kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks atau situasi yang familier atau rutin. c. Level 3 (Penalaran) mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang tidak hanya sekedar mengingat dan memahami. Proses berpikir yang termasuk dalam level ini seperti menganalisis, mengevaluasi, mengkreasi, berpikir logis, berpikir kritis, berpikir kreatif, menyelesaikan masalah pada konteks baru atau non rutin.

Prinsip Penyusunan Instrumen Penilaian Secara Umum  Menentukan secara jelas apa yang akan dinilai Dalam menyusun instrumen, tidak cukup hanya menentukan topik atau materi yang akan dinilai, perlu juga ditentukan lebih spesifik proses berpikir apa yang akan dinilai untuk materi tertentu. Sebagai contoh untuk IPA, kemampuan untuk mengelompokkan tumbuhan berdasarkan ciri-ciri hasil pengamatan/ciri-ciri yang disajikan berbeda dengan kemampuan untuk menentukan ciri-ciri tumbuhan tertentu. Pada hal yang kedua proses berpikir yang dituntut hanya mengingat ciri dari suatu tumbuhan, sedangkan pada hal yang pertama, mengingat ciri-ciri dari tumbuhan tertentu saja tidak cukup, peserta didik perlu mengidentifikasi karakteristik pada beberapa tumbuhan yang disajikan. Demikian pula pada bahasa, misalnya untuk materi puisi, perlu ditentukan apakah yang dinilai kemampuan menginterpretasi puisi ataukah menulis puisi.

Pak Endang

Assesment menggunakan TKA seperti AKM

Orientasinya bikin soal harus menggunakan soal yang hebat mengukur Tingkat Gambaran kualitas, hasil pekerjaan murid. Tes Kemampuan Akademik (TKA) dilatarbelakangi oleh kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu murid dari penilaian yang terstandar. Tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar pada beberapa tahun terakhir menimbulkan beberapa permasalahan. Permasalahan muncul terutama pada situasi ketika perbandingan capaian akademik murid yang berasal satuan pendidikan dilakukan, seperti pada proses seleksi. Pada situasi seleksi yang didasarkan pada data dari hasil penilaian masing-masing satuan pendidikan misalnya data rapor, menimbulkan masalah dalam hal objektivitas dan keadilan. Tidak boleh ada modifikasi dari soal AI . Stimulus mentriger dan diaplikasinya ada badan stimulus dan soal, stimulus sekitar empat sampai lima baris.

Ada tim penyusun, tim penelaah dan tim editor. Kita menulis kisi-kisinya saja mengandung ABCD, Audience, Behaviour, Conditioning and Degree. Soal matematika harus sesuaidengan kontekstual. Menulis dan menelaah, mereviu, dan soal tentang kebijakan dan MBG juga di larang. Walaupun factual harus bijaksana. Data kekerasan atau memebrri dampak pada murid, sesuatu yang tidak bagus. Soal di server Ketika pemaketan dideteksi dan lulus sensor. Canva boleh dari chat GPT

BU YANTI

Satu teks satu stimulus dengan 200-250 kata satu stimulus tiga soal disesuaikan dengan kompetensinya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post