Apasaja KKO?
Berikut penjelasan kata kerja operasional menurut Taksonomi Bloom (revisi Anderson & Krathwohl, 2001) berdasarkan level kognitif:
✅ Kata Kerja Operasional Menurut Taksonomi Bloom Revisi (Anderson & Krathwohl)Taksonomi Bloom revisi mengubah level kognitif menjadi bentuk kata kerja (verb-based), sehingga sangat cocok digunakan untuk merumuskan tujuan pembelajaran.
Berikut level–levelnya beserta contoh kata kerja operasional (KKO) yang biasa digunakan:
1. Remembering (Mengingat)Kemampuan mengingat kembali informasi dasar.
KKO:
menyebutkan mendefinisikan mengidentifikasi menyatakan menuliskan menyusun daftar (listing) menunjukkan 2. Understanding (Memahami)Kemampuan menjelaskan atau mengungkapkan informasi dengan kata-kata sendiri.
KKO:
menjelaskan menguraikan merangkum menafsirkan memberi contoh mengklasifikasikan membandingkan menggambarkan 3. Applying (Menerapkan)Menggunakan pengetahuan pada situasi baru atau soal.
KKO:
mengaplikasikan menggunakan menghitung menerapkan menunjukkan cara memecahkan (soal) mengoperasikan 4. Analyzing (Menganalisis)Mengurai informasi menjadi bagian-bagian kecil dan memahami hubungan antarbagian.
KKO:
menganalisis membedakan mengorganisasi menghubungkan menguji (test) membandingkan secara kritis memetakan 5. Evaluating (Mengevaluasi)Membuat penilaian berdasarkan kriteria atau standar tertentu.
KKO:
mengevaluasi menilai mengkritik mempertimbangkan memutuskan membuktikan memverifikasi 6. Creating (Mencipta)Menghasilkan ide baru, produk baru, atau merancang sesuatu.
KKO:
merancang membuat menyusun mengembangkan menciptakan merumuskan memodifikasi Level Kategori Contoh KKO 1 Remember menyebutkan, mengingat, mengidentifikasi 2 Understand menjelaskan, merangkum, menafsirkan 3 Apply menggunakan, menghitung, menerapkan 4 Analyze menganalisis, membedakan, menguji 5 Evaluate menilai, mengevaluasi, membuktikan 6 Create merancang, membuat, mengembangkanBaik, berikut contoh tujuan, indikator, dan kata kerja operasional (KKO) untuk tes senam dan pemilihan OSIS, menggunakan Taksonomi Bloom–Anderson.
🟦 1. KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK TES SENAM (Penjasorkes)Biasanya tes senam menilai kognitif, psikomotorik, dan afektif, tetapi di sini saya fokus pada KKO kognitif (taksonomi Bloom) yang relevan.
A. Remembering (Mengingat) menyebutkan gerakan dasar senam lantai mengidentifikasi nama gerakan B. Understanding (Memahami) menjelaskan teknik gerakan yang benar menguraikan langkah-langkah senam tertentu menunjukkan pemahaman tentang aturan keselamatan C. Applying (Menerapkan) menerapkan teknik gerak dasar dengan benar menunjukkan (demonstrate) urutan gerakan senam mempraktikkan rangkaian senam sederhana D. Analyzing (Menganalisis) menganalisis kesalahan gerakan membedakan teknik yang benar dan yang salah menilai risiko gerakan tertentu E. Evaluating (Mengevaluasi) mengevaluasi kualitas gerakan teman memberikan kritik dan saran perbaikan menilai kelayakan rangkaian gerakan F. Creating (Mencipta) merancang rangkaian senam pendek mengkombinasikan beberapa gerakan menjadi satu rangkaian membuat variasi gerakan sesuai kreativitas 🟩 Contoh Tujuan Pembelajaran / Indikator Tes Senam Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah melakukan roll depan (Understanding). Siswa dapat mempraktikkan rangkaian roll depan–roll belakang (Applying). Siswa dapat menganalisis kesalahan teknik roll depan pada video contoh (Analyzing). Siswa dapat membuat rangkaian senam lantai berdurasi 30 detik (Creating). 🟧 2. KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK PEMILIHAN OSIS (Tes Seleksi OSIS)Seleksi OSIS biasanya mencakup tes pengetahuan organisasi, leadership, problem solving, komunikasi, dan kepribadian.
Di sini saya berikan KKO yang sesuai tiap level Bloom.
A. Remembering (Mengingat) menyebutkan fungsi OSIS menghafal struktur organisasi mengidentifikasi tugas ketua, sekretaris, bendahara, dll. B. Understanding (Memahami) menjelaskan arti kepemimpinan menginterpretasikan aturan dan tata tertib OSIS menggambarkan peran OSIS dalam kegiatan sekolah C. Applying (Menerapkan) menunjukkan kemampuan memimpin kelompok dalam simulasi menyelesaikan masalah dalam studi kasus menggunakan etika komunikasi dalam wawancara D. Analyzing (Menganalisis) menganalisis masalah organisasi dalam skenario membedakan keputusan tepat dan tidak tepat menilai risiko dari pilihan kebijakan OSIS E. Evaluating (Mengevaluasi) mengevaluasi program OSIS sebelumnya memberikan alasan logis dalam pengambilan keputusan menilai efektivitas kepemimpinan kandidat lain F. Creating (Mencipta) merancang program kerja OSIS menyusun visi dan misi calon ketua OSIS membuat solusi kreatif untuk masalah kedisiplinan siswa 🟦 Contoh Butir Tes / Indikator Seleksi OSIS Siswa dapat menjelaskan struktur organisasi OSIS (Understanding). Siswa dapat memecahkan kasus konflik antara anggota dalam simulasi (Applying). Siswa dapat menganalisis penyebab kegagalan program OSIS tahun lalu (Analyzing). Siswa dapat merancang satu program kerja unggulan OSIS (Creating). Siswa dapat mengevaluasi keputusan ketua OSIS dalam skenario tertentu (Evaluating).Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
