Apakah suspensi beda dengan larutan dan koloid?
Materi kelas 8 bahas senyawa dan campuran. Tiga golongan campuran terdiri dari larutan, suspensi dan campuran.
Berikut perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi yang sering dipelajari dalam kimia:
1. Larutan
Campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut.
Ciri-ciri:
Partikel sangat kecil (< 1 nm)
Tidak dapat dibedakan dengan mata
Tidak mengendap
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa
Tidak menunjukkan efek Tyndall (tidak menghamburkan cahaya)
Contoh:
Air garam
Air gula
Alkohol dalam air
2. Koloid
Campuran heterogen halus (tampak homogen, tapi sebenarnya tidak).
Ciri-ciri:
Ukuran partikel 1–100 nm
Tidak mengendap
Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa
Menunjukkan efek Tyndall (cahaya dihamburkan)
Contoh:
Susu
Kabut
Santan
Asap
3. Suspensi
Campuran heterogen dengan partikel besar.
Ciri-ciri:
Ukuran partikel > 100 nm
Partikel dapat dilihat dengan mata
Mengendap jika didiamkan
Dapat disaring dengan kertas saring
Menunjukkan efek Tyndall (karena partikel besar)
Contoh:
Air lumpur
Tepung dalam air
Pasir dalam air
Tabel Perbandingan Singkat
Sifat
Larutan
Koloid
Suspensi
Homogenitas
Homogen
Heterogen halus
Heterogen
Ukuran partikel
< 1 nm
1–100 nm
> 100 nm
Mengendap
Tidak
Tidak
Ya
Dapat disaring
Tidak
Tidak
Ya
Efek Tyndall
Tidak
Ya
Ya
Obat tidak selalu satu jenis, bisa termasuk larutan, koloid, atau suspensi, tergantung bentuk sediaannya. Berikut penjelasannya:
1. Obat sebagai Larutan
Jika zat obat larut sempurna dalam pelarut.
Ciri:
Jernih
Tidak perlu dikocok
Tidak ada endapan
Contoh:
Obat batuk sirup bening
Oralit
Obat tetes mata
Infus (NaCl, glukosa)
➡️ Termasuk: Larutan
2. Obat sebagai Suspensi
Jika zat obat tidak larut sempurna dan partikel akan mengendap bila didiamkan.
Ciri:
Keruh
Harus dikocok sebelum diminum
Ada endapan
Contoh:
Antibiotik sirup kering (setelah dilarutkan)
Obat maag (antasida cair)
Paracetamol suspensi anak
➡️ Termasuk: Suspensi
3. Obat sebagai Koloid
Jika partikel obat berukuran koloid (sangat halus, tidak mengendap).
Ciri:
Tidak jernih, tapi stabil
Tidak mengendap
Partikel sangat halus
Contoh:
Salep
Krim
Emulsi obat (misalnya vitamin A, D, E cair)
Obat suntik berbentuk emulsi
➡️ Termasuk: Koloid
Kesimpulan
Obat bisa berupa:
Larutan
Suspensi
Koloid
Semua tergantung cara zat obat terdispersi dalam pelarutnya.
Obat tablet tidak termasuk larutan, koloid, maupun suspensi karena bukan campuran cair, melainkan sediaan padat.
Namun, penjelasannya tergantung kondisinya:
1. Tablet dalam bentuk asli (padat)
➡️ Bukan larutan, koloid, atau suspensi
Tablet adalah campuran padat (zat aktif + bahan pengisi) yang belum terdispersi dalam pelarut.
Contoh:
Tablet paracetamol
Tablet vitamin
Tablet antibiotik
2. Tablet dilarutkan dalam air
Jika tablet larut sempurna: ➡️ Larutan
Contoh:
Tablet vitamin C effervescent
Jika tablet tidak larut sempurna: ➡️ Suspensi
Contoh:
Tablet biasa yang dihancurkan lalu dicampur air
Kesimpulan Singkat
Kondisi tablet
Termasuk
Tablet (padat)
Bukan larutan/koloid/suspensi
Tablet larut sempurna
Larutan
Tablet tidak larut sempurna
Suspensi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
