Yuliati Mulyana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Apakah suspensi beda dengan larutan dan koloid?

Apakah suspensi beda dengan larutan dan koloid?

Materi kelas 8 bahas senyawa dan campuran. Tiga golongan campuran terdiri dari larutan, suspensi dan campuran.

Berikut perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi yang sering dipelajari dalam kimia:

1. Larutan

Campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut.

Ciri-ciri:

Partikel sangat kecil (< 1 nm)

Tidak dapat dibedakan dengan mata

Tidak mengendap

Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa

Tidak menunjukkan efek Tyndall (tidak menghamburkan cahaya)

Contoh:

Air garam

Air gula

Alkohol dalam air

2. Koloid

Campuran heterogen halus (tampak homogen, tapi sebenarnya tidak).

Ciri-ciri:

Ukuran partikel 1–100 nm

Tidak mengendap

Tidak dapat disaring dengan kertas saring biasa

Menunjukkan efek Tyndall (cahaya dihamburkan)

Contoh:

Susu

Kabut

Santan

Asap

3. Suspensi

Campuran heterogen dengan partikel besar.

Ciri-ciri:

Ukuran partikel > 100 nm

Partikel dapat dilihat dengan mata

Mengendap jika didiamkan

Dapat disaring dengan kertas saring

Menunjukkan efek Tyndall (karena partikel besar)

Contoh:

Air lumpur

Tepung dalam air

Pasir dalam air

Tabel Perbandingan Singkat

Sifat

Larutan

Koloid

Suspensi

Homogenitas

Homogen

Heterogen halus

Heterogen

Ukuran partikel

< 1 nm

1–100 nm

> 100 nm

Mengendap

Tidak

Tidak

Ya

Dapat disaring

Tidak

Tidak

Ya

Efek Tyndall

Tidak

Ya

Ya

Obat tidak selalu satu jenis, bisa termasuk larutan, koloid, atau suspensi, tergantung bentuk sediaannya. Berikut penjelasannya:

1. Obat sebagai Larutan

Jika zat obat larut sempurna dalam pelarut.

Ciri:

Jernih

Tidak perlu dikocok

Tidak ada endapan

Contoh:

Obat batuk sirup bening

Oralit

Obat tetes mata

Infus (NaCl, glukosa)

➡️ Termasuk: Larutan

2. Obat sebagai Suspensi

Jika zat obat tidak larut sempurna dan partikel akan mengendap bila didiamkan.

Ciri:

Keruh

Harus dikocok sebelum diminum

Ada endapan

Contoh:

Antibiotik sirup kering (setelah dilarutkan)

Obat maag (antasida cair)

Paracetamol suspensi anak

➡️ Termasuk: Suspensi

3. Obat sebagai Koloid

Jika partikel obat berukuran koloid (sangat halus, tidak mengendap).

Ciri:

Tidak jernih, tapi stabil

Tidak mengendap

Partikel sangat halus

Contoh:

Salep

Krim

Emulsi obat (misalnya vitamin A, D, E cair)

Obat suntik berbentuk emulsi

➡️ Termasuk: Koloid

Kesimpulan

Obat bisa berupa:

Larutan

Suspensi

Koloid

Semua tergantung cara zat obat terdispersi dalam pelarutnya.

Obat tablet tidak termasuk larutan, koloid, maupun suspensi karena bukan campuran cair, melainkan sediaan padat.

Namun, penjelasannya tergantung kondisinya:

1. Tablet dalam bentuk asli (padat)

➡️ Bukan larutan, koloid, atau suspensi

Tablet adalah campuran padat (zat aktif + bahan pengisi) yang belum terdispersi dalam pelarut.

Contoh:

Tablet paracetamol

Tablet vitamin

Tablet antibiotik

2. Tablet dilarutkan dalam air

Jika tablet larut sempurna: ➡️ Larutan

Contoh:

Tablet vitamin C effervescent

Jika tablet tidak larut sempurna: ➡️ Suspensi

Contoh:

Tablet biasa yang dihancurkan lalu dicampur air

Kesimpulan Singkat

Kondisi tablet

Termasuk

Tablet (padat)

Bukan larutan/koloid/suspensi

Tablet larut sempurna

Larutan

Tablet tidak larut sempurna

Suspensi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post