Cara memilih indikator di ekinerja guru
Tahun 2026 sudah mulai menyusun RHK/SKP di ekinerja ruang GTK. Para guru sudah harus input data untuk penyusunan SKP 2026.
Berikut panduan cara memilih indikator di e-Kinerja (umumnya dipakai ASN/PNS), disusun sederhana dan praktis:
1. Pahami dulu tugas & jabatanmu
Sebelum memilih indikator, pastikan kamu tahu:
Nama jabatan
Tugas pokok dan fungsi (tupoksi)
SKP/Jabatan yang berlaku (biasanya mengacu ke Perpres/PermenPAN RB)
👉 Indikator harus sesuai dengan pekerjaan nyata, bukan asal pilih.
2. Pilih kegiatan utama (butir kegiatan)
Di e-Kinerja biasanya kamu diminta memilih:
Kegiatan utama (core task)
Kegiatan tambahan (jika ada)
Tips:
Pilih kegiatan yang sering kamu kerjakan
Prioritaskan kegiatan yang berpengaruh langsung ke target unit kerja
3. Tentukan indikator kinerja yang tepat
Indikator biasanya mencakup salah satu atau kombinasi dari:
Output (hasil kerja)
Kuantitas (jumlah)
Kualitas (mutu)
Waktu (ketepatan)
Biaya (jika relevan)
Gunakan prinsip SMART:
Specific (jelas)
Measurable (bisa diukur)
Achievable (realistis)
Relevant (sesuai tugas)
Time-bound (ada batas waktu)
Contoh: ❌ “Membantu administrasi” ✅ “Menyusun laporan bulanan kepegawaian sebanyak 12 laporan/tahun”
4. Sesuaikan dengan indikator yang tersedia di sistem
Di e-Kinerja:
Pilih indikator yang sudah disediakan jika ada
Jika bisa input manual, pastikan bahasanya:
Formal
Terukur
Tidak terlalu umum
5. Tentukan target yang realistis
Jangan:
Terlalu rendah (kurang menantang)
Terlalu tinggi (sulit dicapai)
Target harus:
Masuk akal dengan beban kerja
Bisa dibuktikan dengan dokumen pendukung
6. Konsultasikan dengan atasan langsung
Sebelum final:
Minta persetujuan/masukan atasan
Pastikan indikator selaras dengan target unit kerja
Ini penting supaya tidak bermasalah saat penilaian.
7.Jika Rapor Pendidikan berwarna merah dan mengalami penurunan pada indikator “program hukuman fisik”, artinya satuan pendidikan dinilai masih memiliki praktik atau kebijakan yang mengarah pada hukuman fisik, atau upaya pencegahannya belum efektif dan memburuk dibanding tahun sebelumnya.
Berikut penjelasan dan langkah yang bisa dilakukan 👇
Makna Indikator “Program Hukuman Fisik”
Indikator ini menilai:
Ada/tidaknya hukuman fisik (memukul, cubitan, push-up sebagai hukuman, dll)
Kebijakan sekolah terkait disiplin positif
Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah
Persepsi peserta didik (biasanya dari survei)
🔴 Merah & turun = risiko tinggi, perlu intervensi prioritas
Dampak Jika Tidak Ditangani
Menurunnya iklim keamanan & kenyamanan sekolah
Berpengaruh ke karakter, kesehatan mental, dan prestasi siswa
Bisa berdampak pada penilaian kinerja sekolah/kepala sekolah
Berisiko melanggar kebijakan perlindungan anak
Langkah Perbaikan yang Disarankan (Aksi Nyata)
Hentikan praktik hukuman fisik secara tegas
Tegaskan bahwa hukuman fisik tidak dibenarkan
Sosialisasi ulang aturan ke seluruh guru & tenaga kependidikan Terapkan disiplin positif
Ganti hukuman fisik dengan:
Teguran edukatif
Refleksi perilaku
Tugas perbaikan (misalnya membuat komitmen tertulis)
Pendampingan BK
Perkuat kebijakan sekolah
Pastikan sekolah memiliki dan menjalankan:
SOP Pencegahan dan Penanganan Kekerasan
Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
Mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia
Tingkatkan kapasitas guru
Lakukan:
Pelatihan manajemen kelas tanpa kekerasan
Workshop pendidikan karakter & sosial emosional
Diskusi kasus (best practice)
Libatkan siswa dan orang tua
Sosialisasi hak anak dan disiplin positif
Buat komitmen bersama sekolah–orang tua
Aktifkan layanan konseling
Masukkan ke Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Di Rapor Pendidikan:
Pilih indikator hukuman fisik
Susun RTL spesifik, misalnya:
Pelatihan guru
Revisi tata tertib
Penguatan peran BK & wali kelas
Contoh RTL Sederhana
Mengurangi praktik hukuman fisik melalui penerapan disiplin positif dan penguatan kebijakan perlindungan anak dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua selama satu tahun ajaran.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
