Sahabatku Sang Pejabat
Kata minder sudah ku lepas, kecanggungan ini masih lekat. Obrolan seputar para pejabat begitu hambar. Makna sahabat Masih ada diotakku. Tapi mengapa canggung ini tak berkurang.
Sahabatku kini naik lagi jabatan ke lebih tinggi lagi, kapan bisa cengkrama lagi tanpa batas. Kini rasa hormatku lebih dalam dari rasa akrabku. Rasa canggung lebih tinggi dari senda gurauku.
Sahabatku sang pejabat, tak berani aku memberikan kolusi, hanya rasa bangga yang tinggi padanya wahai sahabat yang kini pejabat.
Kini bagaimana cara bergaul yang tepat bersama sahabatku sang pejabat ini?
Jika hal ini terjadi sama kamu, apa yang akan kamu lakukan menghadapi sahabat yang jadi pejabat?
Bergaul dengan teman yang sudah jadi pejabat tinggi itu sebenarnya tidak perlu dibuat terlalu “kaku” atau minder. Kuncinya adalah tetap jadi diri sendiri, tapi dengan sikap yang lebih bijak. Berikut cara yang bisa kamu terapkan:
1. Tetap anggap sebagai teman
Ingat bahwa sebelum jadi pejabat, dia adalah temanmu. Jadi tetap bersikap hangat, tidak berlebihan dalam memuji, dan tidak terlalu menjaga jarak.
2. Jaga sopan santun
Walaupun teman, posisinya sekarang berbeda. Gunakan bahasa yang lebih santun, hindari candaan yang terlalu berlebihan atau sensitif.
3. Jangan memanfaatkan
Hindari langsung meminta bantuan, jabatan, atau “titipan”. Ini bisa membuat hubungan jadi tidak nyaman. Bangun hubungan yang tulus dulu.
4. Tunjukkan rasa bangga dan hormat
Boleh kok menunjukkan bahwa kamu bangga dengan pencapaiannya, tapi jangan berlebihan. Cukup sederhana dan tulus.
5. Punya kualitas diri
Agar hubungan tetap seimbang, kamu juga perlu berkembang—baik dalam wawasan, sikap, maupun kepribadian. Jadi obrolan tetap nyambung.
6. Pilih topik obrolan yang tepat
Hindari membahas hal sensitif seperti politik praktis, konflik jabatan, atau gosip. Lebih baik ngobrol tentang pengalaman, keluarga, atau hal positif.
7. Jaga batasan
Pahami bahwa waktu dan kesibukannya berbeda sekarang. Jangan tersinggung kalau dia sulit dihubungi atau jarang bertemu.
Intinya:
Jangan minder, jangan juga terlalu “menempel”. Bersikaplah tulus, sopan, dan tetap jadi diri sendiri.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
