Dengan Penghayatan dan Ekspresi, Clairine Asah Kemampuan Geguritan Menuju Kompetisi Bahasa
Dengan Penghayatan dan Ekspresi, Clairine Asah Kemampuan Geguritan Menuju Kompetisi Bahasa dan Sastra 2026
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Siswi kelas VIII MTsN 9 Bantul, Clairine, terus menunjukkan semangat dalam melestarikan budaya Jawa melalui persiapan mengikuti cabang lomba Maca Geguritan pada Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2026 tingkat SMP/MTs yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul, Senin (22/06/2026).
Kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Jawa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah. Sebagai salah satu perwakilan MTsN 9 Bantul, Clairine menjalani latihan secara intensif di bawah bimbingan guru Bahasa Jawa untuk mempersiapkan penampilan terbaiknya.
Berbagai aspek penting dalam membaca geguritan terus diasah, mulai dari pelafalan, intonasi, ekspresi, penghayatan makna, hingga rasa percaya diri saat tampil di hadapan dewan juri. Latihan dilakukan secara disiplin agar pesan yang terkandung dalam setiap bait geguritan dapat tersampaikan dengan baik dan menyentuh pendengar.
Guru pembimbing Bahasa Jawa MTsN 9 Bantul, Dewi Sinta, menyampaikan bahwa lomba geguritan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter sekaligus upaya nyata melestarikan budaya Jawa di kalangan generasi muda.
“Melalui geguritan, siswa tidak hanya belajar membaca puisi berbahasa Jawa, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan, etika, dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur. Penghayatan menjadi bagian penting agar pesan yang disampaikan dapat tersampaikan secara utuh,” ujarnya.
Clairine mengaku merasa bangga mendapatkan kesempatan untuk mewakili MTsN 9 Bantul dalam ajang tersebut. Ia berharap dapat memberikan penampilan terbaik serta membawa nama baik madrasah.
“Saya senang bisa mengikuti kompetisi ini. Saya ingin terus belajar dan berlatih agar dapat tampil maksimal. Semoga pengalaman ini juga dapat menginspirasi teman-teman untuk lebih mencintai bahasa dan sastra Jawa,” ungkapnya.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, memberikan dukungan penuh kepada Clairine dan berharap keikutsertaan siswanya dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra 2026 dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi serta menjaga kelestarian budaya daerah.
Dengan semangat belajar yang tinggi, latihan yang konsisten, serta dukungan dari guru dan madrasah, Clairine optimistis dapat memberikan penampilan terbaiknya pada Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2026. Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian bahasa dan sastra Jawa yang adiluhung. (ds)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
