Geguritan Jadi Panggung Prestasi, Clairine MTsN 9 Bantul Berkompetisi di Ajang Bahasa
Geguritan Jadi Panggung Prestasi, Clairine MTsN 9 Bantul Berkompetisi di Ajang Bahasa dan Sastra 2026
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Semangat pelestarian budaya Jawa terus berkobar di kalangan generasi muda. Salah satu siswi berbakat MTsN 9 Bantul, Clairine, menunjukkan kemampuan terbaiknya saat mengikuti cabang lomba Maca Geguritan (Puisi Bahasa Jawa) dalam ajang Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul pada Selasa (23/06/2026). Kegiatan berlangsung di GOR Wukirsari, Imogiri dan diikuti peserta jenjang SMP/MTs dari berbagai sekolah di Kabupaten Bantul.
Dengan penuh penghayatan dan percaya diri, Clairine membawakan geguritan berbahasa Jawa yang sarat makna budaya dan nilai kehidupan. Intonasi yang tepat, ekspresi yang kuat, serta kemampuan memahami isi puisi membuat penampilannya mendapat apresiasi dari guru pendamping maupun para penonton yang hadir. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian bahasa dan sastra Jawa.
Sebelum tampil dalam kompetisi, Clairine menjalani latihan intensif bersama guru pembimbing Bahasa Jawa MTsN 9 Bantul. Berbagai aspek terus diasah, mulai dari pelafalan, intonasi, ekspresi, penghayatan makna setiap bait geguritan, hingga teknik tampil di hadapan dewan juri. Kerja keras dan kedisiplinannya selama masa persiapan menjadi modal penting untuk memberikan penampilan terbaik di ajang tingkat kabupaten tersebut.
Kompetisi Bahasa dan Sastra Tahun 2026 merupakan salah satu upaya Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Jawa sekaligus melestarikan warisan budaya daerah. Ajang ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa.
Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan Clairine selama mengikuti proses pembinaan hingga pelaksanaan kompetisi.
“Keikutsertaan Clairine dalam ajang ini menjadi kebanggaan bagi madrasah. Kami berharap semangatnya dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lain untuk terus belajar, berkarya, dan mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.
Melalui ajang ini, Clairine tidak hanya membawa nama baik MTsN 9 Bantul, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan bahasa serta sastra Jawa sebagai warisan budaya yang adiluhung. (ds)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
