Padukan Logika dan Rasa, Murid Kelas VII MTsN 9 Bantul Ungkap Keindahan Motif Batik
Padukan Logika dan Rasa, Murid Kelas VII MTsN 9 Bantul Ungkap Keindahan Motif Batik di Giriloyo
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Sorak gembira dan wajah penuh antusias menghiasi kegiatan outing class murid kelas VII MTsN 9 Bantul di Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul, Selasa (28/07/2026). Pada tahap akhir praktik membatik, murid mengikuti proses pelorodan, yaitu merebus kain untuk meluruhkan lapisan malam sehingga motif dan warna batik hasil karya mereka tampak secara utuh.
Bagi sebagian besar murid, pelorodan menjadi tahapan yang paling dinanti sekaligus mendebarkan. Setelah melalui proses menggambar pola, mencanting, dan pewarnaan, mereka akhirnya dapat menyaksikan secara langsung keindahan motif yang selama ini tertutup oleh lapisan malam.
Guru pendamping, Dewi Sinta Puspitasari, menjelaskan bahwa proses pelorodan menjadi sarana pembelajaran yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.
"Pada tahap ini murid belajar memahami proses perubahan yang terjadi ketika malam dilepaskan dari kain. Di saat yang sama, mereka juga belajar menghargai setiap tahapan yang telah dilalui serta menyadari bahwa menghasilkan karya batik membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketekunan. Pengalaman inilah yang kami harapkan dapat menumbuhkan rasa bangga sekaligus kecintaan terhadap warisan budaya bangsa," ujarnya.
Didampingi para perajin batik Giriloyo, murid dengan hati-hati memasukkan kain ke dalam air panas hingga lapisan malam mulai meluruh. Perlahan, motif dan warna yang sebelumnya tersembunyi muncul dengan jelas. Momen tersebut disambut dengan senyum dan rasa bangga ketika hasil karya masing-masing berhasil terlihat sesuai harapan.
Salah seorang murid, Raisa Ashalina Yasira, mengaku senang dapat menyaksikan perubahan kain batik hasil karyanya. "Awalnya saya khawatir motifnya tidak terlihat atau warnanya berubah. Ternyata setelah malamnya lepas, hasilnya bagus sekali. Rasanya bangga karena bisa membuat batik sendiri," tuturnya.
Melalui pengalaman belajar di Kampung Batik Giriloyo, murid tidak hanya memperoleh keterampilan dasar membatik, tetapi juga memahami nilai kesabaran, kerja keras, dan penghargaan terhadap proses kreatif para perajin batik. MTsN 9 Bantul berharap kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan murid terhadap budaya lokal sekaligus menginspirasi mereka untuk terus melestarikan batik sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia. (wwt)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
