Pembiasaan Karakter 7S Sambut Kehadiran Murid MTsN 9 Bantul di Awal Tahun Ajaran
Pembiasaan Karakter 7S Sambut Kehadiran Murid MTsN 9 Bantul di Awal Tahun Ajaran
Bantul (MTsN 9 Bantul) – Mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027, MTsN 9 Bantul menghadirkan suasana penyambutan yang hangat dan sarat makna bagi seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX, Senin (13/07/2026). Seluruh guru dan tenaga kependidikan secara serentak menerapkan gerakan Pembiasaan Karakter 7S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Semangat, dan Sepenuh Hati, di gerbang utama serta lingkungan madrasah.
Kegiatan penyambutan ini dirancang bukan sekadar sebagai rutinitas awal tahun, melainkan sebagai fondasi dalam membangun ekosistem belajar yang mengedepankan empati, rasa aman, dan kedekatan emosional antara guru dan murid. Sejak pukul 06.30 WIB, para guru telah bersiap menyambut kedatangan murid dengan penuh keramahan. Melalui penerapan budaya 7S, madrasah berupaya memberikan teladan mengenai etika dan kecerdasan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai sopan dan santun ditanamkan melalui keteladanan, sedangkan senyum, salam, dan sapa menjadi jembatan untuk menciptakan suasana yang hangat, terutama bagi murid baru yang sedang beradaptasi dengan lingkungan madrasah. Semangat dan sepenuh hati melengkapi gerakan tersebut sebagai wujud dedikasi para pendidik dalam mendampingi proses tumbuh kembang murid.
"Kami percaya bahwa pendidikan yang ideal harus mampu menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan kehalusan budi pekerti. Sebelum murid diajak berpikir kritis dan mengasah logika di ruang kelas, mereka perlu merasakan lingkungan yang penuh empati dan penerimaan. Gerakan 7S menjadi pintu gerbang menuju budaya belajar yang positif," ujar Kepala MTsN 9 Bantul, Siti Solichah.
Antusiasme tampak dari raut wajah para murid yang disambut hangat pada hari pertama masuk madrasah. Suasana tersebut diharapkan mampu mengurangi kecemasan setelah masa libur sekaligus menumbuhkan semangat untuk kembali mengikuti pembelajaran.
Pembiasaan 7S tidak hanya diterapkan pada hari pertama masuk madrasah, tetapi akan terus menjadi budaya yang terintegrasi dalam setiap aktivitas, baik di dalam maupun di luar proses pembelajaran. Evaluasi dan pembinaan sikap akan dilakukan secara berkelanjutan oleh wali kelas, guru mata pelajaran, dan guru Bimbingan dan Konseling.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, MTsN 9 Bantul optimistis dapat mencetak Generasi BERLIAN yang tidak hanya unggul secara akademik dan memiliki kecakapan digital, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (wwt)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan